Tribunners
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Tribunners / Citizen Journalism

Senandung Sungai Sakit

Jika mata air kita musnahkan, sungai kita cemari, itu artinya kita belum lagi menjadi bangsa beradab.

Senandung Sungai Sakit
Ist/Tribunnews.com
Kepala BNPB Doni Monardo bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. 

Begitu 'complicated' masalah sungai, Doni Monardo bukan saja setuju konsep penataan sungai lebih terintegrasi. Ia bahkan berharap seluruh pejabat pengambil keputusan di tingkat pusat sampai daerah, termasuk para wakil rakyat di DPR, ikut memikirkan masa depan sungai di Indonesia.

“Ingat, sungai sebagai sumber air juga diamanatkan oleh konstitusi kita, UUD ’45 pasal 33 ayat 3, sebagai salah satu kekayaan alam yang dikuasai negara dan dipergunakan sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat. Tidak ada alasan kita tidak memperhatikan sungai,” papar Doni.

Terlebih jika bicara kenyataan pahit tentang nasib sungai-sungai di Indonesia. Berdasar data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), 68% sungai Indonesia tercemar berat, 24% tercemar sedang, dan 6% tercemar ringan.

Sedangkan yang memenuhi baku mutu kualitas air sungai hanya 2%. Itu artinya, jika Indonesia memiliki 5.590 sungai dan 65.017 anak sungai, Anda hitung sendiri, berapa sungai yang terbilang sehat, tak lebih dari 112 sungai saja. Itu pun sebagian besar di luar Jawa.

Sebab, di Jawa nyaris tidak ada lagi sungai yang bugar.

Miris memang membaca fakta di atas. Mestinya, pejabat terkait urusan sungai, jauh lebih merasa miris demi melihat kondisi sungai yang kritis.

Doni bahkan menyebutkan 6 Daerah Alisan Sungai (DAS) yang kondisinya begitu menyedihkan.

Doni mencontohkan Muara Angke yang berhilir di Teluk Jakarta, dan sangat parah pencemarannya. Juga Kali Item yang melintasi antara lain wilayah Kemayoran dan sempat heboh beberapa waktu lalu.

Sebab, Kali Item bukan lagi kali, melainkan tempat pembuangan limbah. Bagaimana dengan Ciliwung, setali-tiga-uang. Sama-sama parah.

Doni punya story tentang Ciliwung. Pada tanggal 2 Januari 2012, ia melakukan ekspedisi Sungai Ciliwung, dari batas Universitas Gunadarma Depok sampai ke Jakarta Timur. Ia naik perahu karet milik Kopassus.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Hasanudin Aco
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas