Tribunners
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Tribunners / Citizen Journalism

Virus Corona

Peran Signifikan Masyarakat Bagi Pemulihan

Penderitaan ini bisa diakhiri jika setiap orang paham dan sadar akan urgensi pembatasan sosial untuk memutus rantai penularan Covid-19.

Peran Signifikan Masyarakat Bagi Pemulihan
Tangkap layar channel YouTube BNPB
Update covid-19 tanggal 24 april 2020 

Oleh Bambang Soesatyo: Ketua MPR RI,Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA-Gambaran tentang penderitaan dan potensi meningkatnya jumlah warga miskin akibat periode pandemi Covid-19 yang berkepanjangan sudah jelas dan nyata.  

Penderitaan ini bisa diakhiri jika setiap orang paham dan sadar akan urgensi pembatasan sosial untuk memutus rantai penularan Covid-19. Taat dan konsisten menerapkan pembatasan sosial menjadi modal awal pemulihan ekonomi.

Baca: Beri Ucapan Selamat Ramadan, Luhut Ingatkan Masyarakat Jaga Kesehatan dan Tetap di Rumah

Ketika Virus Corona mulai mewabah dan kemudian ditetapkan sebagai pandemi global oleh Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, setiap orang hanya diberi dua pilihan; tak peduli, atau menyelamatkan diri dengan menjaga jarak (social distancing).

Semua orang disarankan menyelamatkan diri, karena proses penularan Virus Corona yang menjadi penyebab sakit Covid-19 sangat mudah. Apalagi, belum ada obat penyembuh yang mujarab. Karena negara wajib meindungi rakyatnya, banyak pemerintah tak mau ambil risiko. 

Sejumlah negara pun menerapkan kebijakan penguncian atau lockdown. Indonesia menerapkan kebijakan pembatasan sosial hingga PSBB (pembatasan sosial berskala besar) sebagai strategi cegah tangkal penularan Covid-19.
 

Baca: UPDATE Korban Meninggal Akibat Corona di ASEAN 24 April: Indonesia Tertinggi, 3 Negara Nol Kasus

                          Baik opsi penguncian maupun PSBB pasti ada konsekuensinya. Semua orang disarankan  mengamankan diri dengan berdiam di rumah. Diperkirakan sepertiga warga planet ini mengamankan diri di rumah.

Termasuk tentu saja sebagian besar masyarakat Indonesia.Maka, pabrik berhenti produksi, kantor tutup, pedagang berhenti berjualan di ruang terbuka, penyelesaian proyek infrastruktur ditunda dan anak-anak pun belajar di rumah.

Aktivitas perekonomian memang terhenti. Dan, Dana Moneter Internasional (IMF) pun memastikan perekonomian global dilanda resesi. 

Baca: 5 Rumah di Pekayon Ludes Terbakar, Saksi Sempat Lihat Anak-anak Main Petasan Dekat Pom Bensin Eceran

Cerita tentang penderitaan banyak orang, bahkan tragedi kematian, akibat keterbatasan ekonomi, pun bermunculan. Sangat memprihatinkan. Sementara itu, banyak komunitas tak tinggal diam. Banyak orang berinisiatif menyediakan dan menyalurkan bantuan pangan bagi setiap orang yang berkekurangan.

Baca: VIRAL Naik Sapi ke Minimarket, Feri Warga Sarangan, Magetan: Cuma Buat Hiburan Tiap Sore

Halaman
1234
Editor: Rachmat Hidayat
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas