Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribunners
LIVE ●

Tribunners / Citizen Journalism

Gekeng Deran, Terobosan Emas di Semesta Kesulitan

Dengan hamparan potensi lahan seluas 200 hektar, Gekeng Deran menyimpan kekuatan besar untuk melejit pada saat yang tepat.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Gekeng Deran, Terobosan Emas di Semesta Kesulitan
Istimewa
Anton Doni Dihen di Gekeng Deran. Gekeng Deran menyimpan kekuatan besar untuk melejit pada saat yang tepat. 

Bahkan, jika infrastruktur air dan irigasi dapat dibangun, maka penanaman sebanyak dua kali dalam setahun dapat dilakukan.

Di alur pasca-panen dan pemasaran, tentu ada banyak ide juga yang dapat digali dan dikembangkan untuk hasil yang lebih baik.

Tapi syukur atas capaian yang ada, dan apresiasi atas langkah terobosan ini menjadi hal yang paling pertama perlu dilakukan dalam menanggapi capaian yang ada.

Beberapa pelajaran tentang kunci sukses dapat ditarik dari fakta kesuksesan Gekeng Deran.

Pertama, kepemimpinan desa yang inovatif, dengan tekad terobosan yang solid. Ini adalah faktor sukses utama kesuksesan pangan Gekeng Deran.

Memulai langkah pertama dengan 60 hektar adalah prestasi yang luar biasa. Ada lompatan teramat besar di sana.

Bahwa sudah banyak orang yang bertani, tentu tidak bisa dipungkiri. Tetapi mengorganisirnya dalam satu sistem kerja yang terpimpin bukan hal mudah. Apalagi membangun kesepakatan dan komitmen penyerahan lahan oleh pemilik ulayat dan penggarap lahan sebelumnya.

Kedua, organisasi produksi. Kepala Desa mengerti bahwa skala usaha menjadi kunci sukses dalam urusan pemasaran.

Karena itu memastikan dan mengorganisir lahan dan sistem kerja di antara banyak orang merupakan kebutuhan dan prasyarat sukses.

Rekomendasi Untuk Anda

Tanpa organisasi produksi dengan skala tertentu yang layak bisnis, sulit memastikan bahwa suatu usaha akan sukses dalam dunia bisnis.

Ketiga, modal sosial. Kekompakan dan gotong royong, yang telah terwariskan dari dulu merupakan modal yang tetap terpelihara baik.

Modal tenaga kerja diperoleh dari kelompok tani yang merupakan bentuk baru dari warisan gotong royong nenek moyang.

Keempat, kearifan lokal terkait sistem penguasaan lahan. Kekuasaan tanah oleh suku, yang terbagi ke para penggarap, ternyata masih terkelola dengan baik.

Ada penghargaan pada suku yang menguasai tanah, dan ada pula kepemimpinan baik yang masih ditunjukkan oleh suku penguasa lahan. Sehingga ketika dibutuhkan untuk kepentingan Lewo yang lebih besar, atau untuk dikelola dengan cara yang lebih baik, maka komunikasi dan kesepakatan dapat dengan mudah dibangun.

Kelima, kearifan lokal PATA KIA. Coba dulu. Suatu modal kearifan inovatif yang sudah ada dalam jiwa sosial Gekeng Deran.

Mereka ternyata suka dan terbuka pada hal-hal baru. Dan mereka juga ternyata nekat-nekatan. Memilih berjuang menjadi sebuah desa adalah cerita tentang tekad baja.

Memilih membangun sekolah sendiri ternyata adalah juga cerita tentang tekad yang kuat. Dan akhirnya ternyata, menorehkan prestasi di bidang ketahanan pangan adalah juga cerita tentang tekad serupa.

Halaman 3/4

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com


Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas