Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
DOWNLOAD
Tribunners
LIVE ●
tag populer

Tribunners / Citizen Journalism

Guruku Mulia

Guru bukan hanya pengajar, tapi penuntun jiwa. Dari merekalah lahir generasi berilmu, berakhlak, dan cinta pada kedamaian.

Editor: Glery Lazuardi
zoom-in Guruku Mulia
Dok Pribadi
Andi Muhammad Jufri, Tenaga Ahli Wamen KPPPA /Tim Pemberdayaan Kegiatan Sinergisitas Antar KL- BNPT Tahun 2017-2024. 

Andi Muhammad Jufri

  • S1, Ilmu Kelautan dan Perikanan Unhas (1992-1998) 
  • S2, Manejeman Pembangunan Sosial, Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Indonesia (2004 -2006) 

Bekerja

  • Community Development Specialis di Yayasan Nurani Dunia (2006 -2014) 
  • Tim Leader Pemberdayaan Kegiatan Sinergisitas Antar Kementerian
    /Lembaga Program Penanggulangan Terorisme,  BNPT (2017 -2024) 
  • Tenaga Ahli Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, KPPPA (2025 - sekarang) 

Domisili

Kelurahan Kelapa Dua, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten. 

TRIBUNNEWS.COM - Guru  adalah jembatan dan pintu mendapatkan ilmu sebagai bekal menjalani masa depan anak-anak kita. Guru adalah siapa pun yang dapat memberikan pelajaran kebaikan kepada anak-anak dan kita semua. Ada guru di rumah (orang tua), guru di sekolah,  dan guru di lingkungan masyarakat.  

Guru kita mulia karena darinya kita mendapatkan ilmu pengetahuan yang luas di berbagai bidang, membimbing dan melatih berbagai  ketrampilan yang kita butuhkan, mendidik dan memberikan contoh budi pekerti yang luhur, dan  mengarahkan menemukan jati diri dan mengembangkan potensi yang kita miliki.

Kita semua hari ini,  profesi apa pun, di level jabatan apa pun,  usia berapa pun dan tinggal di mana pun, jasa ketiga guru di atas tak akan terlupakan. Pasti doa selalu terpanjatkan untuk mereka, rasa hormat dan menjaga nama baiknya serta mentaati nasehatnya menjadi perhatian utama kita semua. Bahkan cerita keusilan guru tempo dulu menjadi canda masa kini, yang tak terlupakan. 

Rekomendasi Untuk Anda

Memang, segala didikan guru, tidak semua hasil kita dapatkan secepatnya. Tapi, seiring dengan perjalanan hidup, dari pelajar, mahasiswa, bekerja, menikah, memiliki anak, menjadi orang tua, bertetangga, bermasyarakat, berbangsa, dan memasuki usia langsia, menjadi kakek nenek, kita baru menyadari secara bertahap betapa pentingnya segala pendidikan yang telah kita terima selama ini. Mereka, para guru,  telah berjasa menjadi pewarna hidup kita.

Guru kita pun, sering dikagetkan ketika sang murid yang dulu dididiknya, telah menjadi sesuatu di masyarakat. Guru pun sering bercanda, bahwa dulu sang murid dan pelajar  ini, usil, nakal, rajin dan lain-lain.

Guru pun tidak pernah menyangka, bahwa keringat dan jerih payah mereka, memberi ilmu, mengajar, melatih, berdiri di depan anak-anak yang dicintainya setulusnya, telah mendapat berkah pekerjaan, amanah dan kehidupan yang layak bagi anak didiknya. 

Guru kita pun, siapa pun dia, marah dan  senyumnya adalah penyubur semangat dan  kegembiraan menuntut ilmu. Sebagai manusia biasa, guru pun ada masalah dihadapi. Ada anak yang perlu perhatian di rumah. Ada suami atau istri yang juga harus dilayani.

Ada keluarga yang menjadi tanggung jawab mereka. Tidak semua guru, lancar dalam menjalani hidup. Tetapi, keteguhan hatinya menjalankan pengabdian sebagai pendidik masa depan anak-anak kita, menjadikan mereka "pahlawan tanpa jasa". 

Hari ini, kita bersyukur, guru semakin berkembang dan bermutu kualitasnya. Mereka mendapat pendidikan yang berjenjang dan memadai. Pelatihan dan sertifikasi berbagai macam bidang keilmuan dapat diperoleh. Teknologi pendukung mempercepat dan mempermudah proses belajar mengajar.

Sarana dan prasarana pendukung sekolah dan kegiatan belajar mengajar lebih cukup, lebih baik, dan lebih maju. Ganjaran gaji juga lebih tinggi dan dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari dan kebutuhan sekunder lainnya. 

Namun, tantangan guru datang dari karyanya sendiri. Dari didikan guru,  lahir generasi yang memiliki budaya literasi yang tinggi dan didukung berkembangnya teknologi  informasi.

Halaman 1/4

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com


Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas