Efisiensi Itu Soal Keteladanan, Bukan Akrobat Kebijakan
WFH satu hari klaim hemat BBM, tapi efektivitasnya lemah; keteladanan pejabat lebih penting untuk dorong efisiensi nyata.
Editor:
Glery Lazuardi
Ketiga, merasionalisasi struktur pemerintahan. Kabinet dengan jumlah pejabat setingkat menteri yang mencapai lebih dari seratus orang sulit disebut efisien. Setiap posisi membawa konsekuensi anggaran yang besar. Dalam kondisi ini, imbauan penghematan kepada masyarakat menjadi kurang memiliki legitimasi.
Efisiensi bukan sekadar angka anggaran, tetapi juga soal keadilan. Masyarakat akan lebih siap berhemat jika melihat bahwa pemerintah melakukan hal yang sama—bahkan lebih dulu.
Pada akhirnya, pilihan pemerintah jelas: melanjutkan kebijakan yang terlihat aktif namun minim dampak, atau menunjukkan keteladanan nyata. WFH satu hari mungkin memberi kesan adanya tindakan, tetapi tanpa perubahan di level elit, ia berisiko menjadi simbol tanpa substansi.
Sebaliknya, keteladanan mungkin sederhana, tetapi dampaknya jauh lebih kuat.
Sebab efisiensi bukan soal bekerja dari rumah satu hari. Efisiensi adalah soal konsistensi antara kata dan tindakan - bukan sekedar akrobat.
Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com
Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.