AI Dorong Produktivitas, Tapi Buka Celah Kejahatan Siber
AI percepat transformasi digital, tapi juga tingkatkan risiko serangan siber. Backup jadi pertahanan terakhir.
Editor:
Glery Lazuardi
Untuk menghadapi ancaman tersebut, organisasi membutuhkan sistem backup sebagai garis pertahanan terakhir.
Backup berfungsi untuk memulihkan data ketika terjadi kerusakan sistem atau serangan siber.
Namun, backup hanya berguna jika dapat dipulihkan. Banyak kasus di mana backup sudah dilakukan, tetapi gagal saat proses restore.
Untuk itu diperlukan ActiveProtect, sebagai sebuah sistem perlindungan data yang terintegrasi dan dirancang untuk menghadapi ancaman siber modern.
ActiveProtect memiliki tiga kemampuan utama:
1. Perlindungan Data Menyeluruh
Semua proses backup dari berbagai perangkat—komputer, cloud, hingga virtual machine—dapat dikelola dalam satu sistem terpusat.
2. Lingkungan Backup Terisolasi
Data backup dilindungi dengan teknologi:
Immutable (WORM – Write Once, Read Many): Data tidak dapat diubah atau dihapus dalam periode tertentu
Air-gap: Server backup dapat diputus dari jaringan untuk mencegah akses dari hacker
3. Pemulihan Data yang Teruji
Menyediakan berbagai opsi recovery yang fleksibel serta fitur verifikasi untuk memastikan data benar-benar dapat dipulihkan.
Evolusi Strategi Backup
Strategi backup tradisional 3-2-1:
3 salinan data
2 media berbeda
Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com
Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.
Baca tanpa iklan