News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Virus Corona

Kasus Covid-19 Naik Lagi, Jokowi Sebut Kondisi Masih Terkendali, Menkes Ingatkan Vaksinasi Booster

Penulis: Suci Bangun Dwi Setyaningsih
Editor: Tiara Shelavie
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Presiden Joko Widodo sampaikan pernyaataan terkait Pelonggaran Penggunaan Masker, di Istana Bogor, Selasa (17/5/2022). Dalam artikel mengulas tentang Kasus Covid-19 di Indonesia yang mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir ini.

TRIBUNNEWS.COM - Kasus Covid-19 di Indonesia mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir ini.

Hari ini, tambahan kasus baru Covid-19 mencapai 627 kasus, Jumat (10/6/2022).

Tambahan kasus baru hari ini kembali naik dibandingkan pada Kamis (9/6/2022), yakni 556 kasus.

Menanggapi adanya kenaikan kasus Covid-19 ini, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, situasi pandemi di Indonesia masih terkendali.

Baca juga: Virus Covid-19 Sulit Untuk Hilang, Berikut Penjelasan Ahli

“Jadi masih pada posisi terkendali meskipun kita tahu, saya sudah minta untuk diwaspadai ada sedikit kenaikan."

"Ini karena kemarin masalah tiga minggu atau sebulan lalu karena kita Lebaran,” ucap Presiden dalam keterangan persnya setelah meresmikan Persemaian Rumpin di Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Jumat (10/06/2022).

Dikutip dari Setkab.go.id, saat ini positivity rate di Indonesia berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan masih berada di angka 1,15 persen.

Artinya, masih di bawah standar yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebesar 5 persen.

Selain melihat positivity rate, indikator lainnya, yakni laju transmisi juga masih terkendali dan berada jauh di bawah standar WHO.

Meski demikian, Jokowi mengingatkan seluruh masyarakat untuk tetap waspada dalam menghadapi situasi pandemi Covid-19.

Jokowi juga menegaskan, pentingnya vaksinasi penguat atau booster bagi masyarakat.

Baca juga: Pakar Epidemiologi: Dosis Ketiga Vaksin Covid-19 Harus Dikejar untuk Menghindari Fatalitas

Sementara itu, Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menjelaskan penyebab kasus harian Covid-19 mulai meningkat di atas 500 dalam tiga hari terakhir.

Budi menyebut, ada beberapa indikator yang harus dilihat dari kenaikan kasus Covid-19 yaitu kenaikan kasus biasanya terjadi 27-35 hari setelah Lebaran, angka positivity rate dan varian baru virus Corona.

Menurut Budi, bila berkaca dari tahun lalu, kenaikan kasus Covid0-19 tahun ini wajar terjadi.

"Lebaran kita kan kemarin 2 Mei jadi kok enggak naik (kasus Covid-19)? Belum naik, karena kejadiannya 27-35 hari, sekarang terjadi kenaikan, itu pertama normal, setiap hari raya besar pasti ada kenaikan," kata Budi saat ditemui di Gedung Kemenkes, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (10/6/2022).

Lebih lanjut, Budi mengatakan, saat ini, kenaikan kasus Covid-19 masih dalam taraf aman dibandingkan kenaikan kasus Covid-19 Lebaran 2021 dan libur tahun baru 2022.

"Saya sampaikan ke masyarakat tidak usah terlalu khawatir-khawatir amat karena kenaikannya dari 300 ke 500," ucapnya, dikutip Tribunnews.com dari Kompas.com.

Budi pun meminta masyarakat untuk tetap mewaspadai dan mengikuti perkembangan kasus Covid-19, serta disiplin menerapkan protokol kesehatan.

"Yang penting waspada, jangan berlebihan paniknya, vaksinasi booster dipercepat prokes terutama pakai masker dalam ruangan pakai masker," lanjutnya.

Kasus Covid-19 di Indonesia per 10 Juni 2022. (Satgas Penanganan Covid-19)

Soal Status Endemi Covid-19, Luhut: Tunggu 2 Bulan Lagi, Berharap Jadi Hadiah 17 Agustus

Diberitakan Tribunnews.com, Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, mengatakan tak ingin terburu-buru dalam memutuskan perubahan pandemi Covid-19 menjadi endemi.

Menurutnya, perlu waktu dua bulan lagi untuk menentukan hal tersebut, apakah kasus Covid-19 naik atau semakin terkendali.

Luhut pun memberikan saran kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk melihat perkembangan kasus Covid-19 selama dua bulan ke depan sebelum menentukan perubahan status ke endemi.

Ia berharap, hasil pemantauan perkembangan kasus Covid-19 menjadi kabar baik di Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus mendatang.

"Saya sarankan pada Presiden minggu lalu, kita tunggu dulu 2 bulan ini pak. Kalau seumpama 2 bulan ini kita masih mampu bertahan dengan baik, saya kira nanti bisa hadiah 17 Agustus," kata Luhut dalam rapat dengan Badan Anggaran DPR, Kamis (9/6/2022).

Baca juga: Wakil Ketua MPR RI: Bangun Kemandirian Masyarakat untuk Cegah Meningkatnya Kembali Kasus Covid-19

Menurutnya, situasi pandemi Covid-19 masih sulit diprediksi karena kasus harian mulai bergerak naik dalam 3 hari terakhir.

Luhut mengaku khawatir, karena di sisi lain positivity rate Covid-19 di Indonesia juga mulai mencapai angka 1 setelah sempat berkisar di angka 0,5-0,8.

Selain itu, ia juga menyebut ada varian baru di Amerika Serikat yang menyebabkan lonjakan kasus di negara tersebut.

"Tadinya 300, 200 tiba-tiba naik jadi 500. Jadi kita semua harus kompak menghadapi ini karena kita enggak bisa berlama-lama juga terus begini," ucapnya, dikutip Tribunnews.com dari Kompas.com.

Untuk itu, Luhut kembali mengingatkan masyarakat agar terus disiplin mematuhi protokol kesehatan serta mengikuti vaksinasi Covid-19.

"Disiplin kita harus masih sangat penting dalam hal ini, terutama tadi dalam vaksinasi yang menurut saya harus kita dorong semua," tegasnya.

(Tribunnews.com/Suci Bangun DS, Kompas.com/Ardito Ramadhan/Haryanti Puspa Sari)

Simak berita lainnya terkait Virus Corona

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda

Berita Populer

Berita Terkini