"Kalau kencingnya warnanya keruh, kuning pekat, kemudian jumlahnya berkurang, itu harus dicurigai terjadi kekurangan cairan atau dehidrasi,” ujarnya.
Ia menegaskan kondisi tersebut harus segera ditangani dan tidak boleh dibiarkan hingga semakin berat.
Lansia Lebih Rentan Mengalami Dehidrasi
Jemaah lanjut usia atau lansia disebut menjadi kelompok yang paling rentan mengalami dehidrasi saat ibadah haji.
Menurut dr. Etisa, lansia memiliki ambang rasa haus yang lebih rendah sehingga sering tidak menyadari tubuhnya kekurangan cairan.
Selain itu, tanda dehidrasi pada lansia juga kerap tidak terlihat jelas.
"Kalau sudah lansia mengalami dehidrasi bisa tiba-tiba pingsan. Nah, jangan sampai terjadi kondisi seperti itu," jelasnya.
Karena itu, antarjemaah diminta saling mengingatkan untuk rutin minum meski tidak merasa haus.
Minum Sedikit tapi Sering Jadi Cara Efektif
Untuk mencegah dehidrasi, dr. Etisa menyarankan jemaah minum sedikit demi sedikit namun dilakukan secara rutin.
"Minum tiap 5 menit satu teguk, nanti lagi, nanti lagi itu harus diingatkan," katanya.
Selain menjaga asupan cairan, jemaah juga disarankan menggunakan spray air untuk membasahi wajah dan kepala agar tubuh tetap terasa sejuk.
“Kalau perlu topinya dibasahi sedikit supaya lembab daerah kepalanya, biar dingin. Itu sangat membantu untuk mencegah dehidrasi," pungkasnya.
Dengan mengenali gejala dehidrasi sejak dini, jemaah diharapkan dapat menjaga kondisi tubuh tetap prima sehingga ibadah haji dapat dijalankan dengan aman dan nyaman.
(Tribunnews.com/Latifah)
Baca tanpa iklan