News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Iran Vs Amerika Memanas

Balas Serangan AS-Israel, Hacker Pro-Iran Serang Raksasa Medis AS Stryker, Klaim Rampas 50 TB Data

Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Wahyu Gilang Putranto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

 

TRIBUNNEWS.COM - Kelompok hacker atau peretas pro-Iran mengklaim bertanggung jawab atas serangan siber terhadap perusahaan perangkat medis Amerika Serikat, Stryker.

Serangan tersebut disebut sebagai aksi balasan atas operasi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang menewaskan lebih dari 170 orang, termasuk banyak siswi sekolah di kota Minab.

Dilansir dari Al Jazeera, kelompok peretas bernama Handala mengaku berhasil mencuri sekitar 50 terabyte data dari sistem perusahaan tersebut.

Dalam pernyataannya, kelompok itu menyebut operasi siber tersebut sebagai “awal babak baru dalam perang siber.”

Klaim Balasan atas Serangan di Minab

Kelompok Handala mengatakan serangan tersebut dilakukan sebagai balasan atas serangan terhadap sekolah di Minab, Iran selatan.

Investigasi Unit Investigasi Digital Al Jazeera terhadap citra satelit menunjukkan sekolah tersebut kemungkinan besar menjadi target serangan secara sengaja.

Baca juga: Timur Tengah Memanas, UNICEF: Lebih dari 1.100 Anak Dilaporkan Terluka, Tewas danJutaan Tak Sekolah

Enam senator senior dari Partai Demokrat di Amerika Serikat juga menyerukan penyelidikan atas serangan tersebut.

Dalam pernyataan bersama, mereka mengaku terkejut dengan insiden yang menewaskan ratusan warga tersebut.

Jaringan Global Stryker Terganggu

Gangguan jaringan dilaporkan terjadi tak lama setelah tengah malam waktu Pantai Timur AS.

Serangan itu menyebabkan perangkat berbasis Windows yang terhubung ke jaringan Stryker, termasuk laptop dan ponsel, tidak dapat diakses.

Melansir Reuters, Stryker mengonfirmasi adanya gangguan jaringan global pada sistem Microsoft mereka akibat serangan siber.

Perusahaan tersebut menyatakan tidak menemukan indikasi adanya ransomware atau malware dan meyakini insiden itu telah berhasil dikendalikan.

Sejumlah staf perusahaan juga melaporkan bahwa logo kelompok Handala muncul di halaman login sistem perusahaan.

Stryker dan Klaim Serangan Lain

Didirikan di Kalamazoo, Michigan, Stryker merupakan salah satu perusahaan teknologi medis terbesar di dunia dengan sekitar 56.000 karyawan.

Baca juga: Dewan Keamanan PBB Kutuk Serangan Iran di Teluk, Resolusi Didukung 135 Negara

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini