TRIBUNNEWS.COM – Situasi di Selat Hormuz kian memanas seiring meningkatnya konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Jalur vital yang menjadi lintasan sekitar seperlima pasokan minyak dunia itu kini berada di bawah pengawasan ketat Teheran, dengan kebijakan selektif terhadap kapal-kapal yang diizinkan melintas.
Pemerintah Iran menegaskan bahwa Selat Hormuz tetap terbuka, namun tidak bagi kapal-kapal yang berasal dari Amerika Serikat dan sekutunya.
Kebijakan ini langsung berdampak besar terhadap stabilitas energi global, mengingat jalur tersebut merupakan urat nadi perdagangan minyak dunia.
Akibatnya harga minyak mentah Brent melonjak hingga di atas 100 dolar AS per barel, naik signifikan dari kisaran 65 dolar AS sebelum konflik pecah.
Lonjakan ini mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap terganggunya distribusi energi dunia.
Negara yang Diizinkan Melintas
Meski situasi memanas, Iran tetap memberikan izin terbatas kepada sejumlah negara untuk melintasi Selat Hormuz. Kebijakan ini dilakukan melalui pendekatan diplomasi dan negosiasi langsung.
Mengutip dari Al Jazeera berikut daftar negara yang diizinkan melintas di Selat Hormuz, jalur penting dunia.
1. Pakistan
Kapal tanker berbendera Pakistan dilaporkan berhasil keluar dari Teluk melalui Selat Hormuz, menandakan adanya jalur aman terbatas bagi negara tersebut.
Izin bagi kapal tanker berbendera Pakistan diduga berkaitan dengan hubungan bilateral yang relatif stabil dengan Iran.
Baca juga: PBB Kecam Serangan Iran ke Negara Teluk, Pengamat: Sangat Superfisial
Kedua negara memiliki kedekatan geografis serta kepentingan bersama dalam menjaga stabilitas kawasan perbatasan.
Selain itu, Pakistan tidak secara langsung terlibat dalam konflik Iran dengan Amerika Serikat maupun sekutunya, sehingga dianggap sebagai pihak netral.
Faktor ini membuka peluang bagi kapal-kapalnya untuk mendapatkan jalur aman terbatas demi menjaga arus perdagangan energi tetap berjalan.
2. India
Baca tanpa iklan