News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Iran Vs Amerika Memanas

Krisis Energi Kian Parah, Uni Eropa Ajak Warga WFH demi Hemat BBM

Penulis: Namira Yunia Lestanti
Editor: Yurika NendriNovianingsih
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Sementara itu, Sri Lanka menetapkan hari Rabu sebagai hari libur nasional untuk menekan penggunaan BBM. Presiden Anura Kumara Dissanayake menegaskan negaranya harus bersiap menghadapi kemungkinan terburuk dari krisis energi.

Di Pakistan, pemerintah menerapkan kebijakan 50 persen pegawai negeri bekerja dari rumah. Perdana Menteri Shehbaz Sharif juga memperpanjang libur sekolah dan mengalihkan pembelajaran ke sistem daring.

Sementara di Vietnam, Kementerian Perdagangan meminta pelaku usaha mendorong karyawan mereka untuk bekerja dari rumah (WFH) guna menghemat konsumsi bahan bakar. Pemerintah juga menyerukan agar masyarakat tidak menimbun atau berspekulasi soal bahan bakar.

Langkah ini diambil setelah harga minyak dunia menembus lebih dari 100 dolar AS per barel, memicu lonjakan harga BBM domestik secara signifikan.

WFH Dinilai Efektif Hemat BBM

Kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) dinilai dapat menjadi salah satu langkah efektif dalam menghemat konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di tengah krisis energi global.

Pengamat menilai, pengurangan mobilitas harian masyarakat secara langsung berdampak pada menurunnya penggunaan bahan bakar, terutama di sektor transportasi.

Dengan berkurangnya aktivitas perjalanan ke kantor, penggunaan kendaraan pribadi dapat ditekan secara signifikan.

Hal ini berimbas pada penurunan konsumsi bensin dan solar, sekaligus mengurangi kepadatan lalu lintas dan emisi. Dalam skala besar, kebijakan ini dinilai mampu memberikan kontribusi nyata terhadap efisiensi energi nasional.

Selain WFH, pembatasan mobilitas seperti pengurangan kecepatan kendaraan dan dorongan penggunaan transportasi umum juga memperkuat upaya penghematan energi. 

Kombinasi kebijakan ini dinilai mampu menekan permintaan BBM secara kolektif di tengah tekanan pasokan global.

 (Tribunnews.com / Namira)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini