News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Iran Vs Amerika Memanas

Senat AS Mulai Resah, Cecar Marco Rubio Soal Sanksi Iran dan Selat Hormuz

Penulis: Whiesa Daniswara
Editor: Bobby Wiratama
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

DICECAR ANGGOTA SENAT - Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio. Menghadapi para anggota senat yang mulai resah, Rubio dicecar habis-habisan mengenai transparansi, strategi akhir perang, serta dampak ekonomi domestik yang kian mencekik warga Amerika akibat perang Iran.

"Bagaimana bisa Anda sebut ini bukan perang aktif?" cecar Booker.

Kritik tidak hanya datang dari oposisi. Sejumlah politisi faksi Republik — partai yang menaungi Trump — mulai menunjukkan kegelisahan.

Fokus mereka adalah Pemilu November mendatang.

Akibat perang ini, jalur perdagangan minyak dunia di Selat Hormuz terganggu, memicu lonjakan harga bensin di dalam negeri AS dan membakar inflasi.

Anggota Republik mendesak agar krisis energi ini segera diselesaikan demi mengamankan kursi mereka di parlemen.

Sementara itu, Senator Demokrat senior, Jeanne Shaheen, memberikan sentilan menohok yang mewakili suara arus bawah warga Amerika.

Menurutnya, prioritas pemerintah saat ini sudah melenceng jauh dari kebutuhan rakyat.

Baca juga: Pemimpin Baru Iran Masih Hidup! AS Sebut Mojtaba Khamenei Aktif Kendalikan Negosiasi Via Perantara

"Saat saya turun ke daerah pemilihan dan berbicara dengan konstituen, mereka tidak meminta pergantian rezim di Havana, Karakas, atau Teheran."

"Mereka berteriak meminta bantuan ekonomi dan penurunan biaya hidup di rumah mereka sendiri," tegas Shaheen.

Klaim Rubio Soal Perang Iran

Sementara itu di waktu berbeda, Rubio mengisyaratkan bahwa kesepakatan damai antara Washington dan Teheran bisa tercapai dalam waktu dekat, setelah konflik intens yang berlangsung selama tiga bulan terakhir.

"Kesepakatan bisa saja tercapai hari ini, besok, atau minggu depan," ujar Rubio seperti dikutip dari WANA, Rabu (3/6/2026).

Rubio mengeklaim bahwa pihak Iran telah melunak dan bersedia kembali ke meja perundingan untuk membahas sejumlah poin penting terkait program nuklir mereka.

Meski demikian, klaim sepihak dari Washington ini sempat memicu tanda tanya.

Pasalnya, otoritas Iran sebelumnya menegaskan bahwa mereka telah memutus jalur komunikasi dengan AS.

Teheran marah akibat rentetan pelanggaran gencatan senjata yang dilakukan sekutu AS, khususnya dalam eskalasi militer di Lebanon.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini