News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Karbohidrat dan Kolesterol: Bisa Baik, Bisa Buruk, Tergantung Jenisnya

Editor: Tiara Shelavie
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

GIZI DAN KESEHATAN - Ilustrasi makanan cepat saji yang diunduh dari situs bebas royalti Pexels. Karbohidrat dapat memengaruhi kadar kolesterol dan lipid darah lainnya secara positif atau negatif.

TRIBUNNEWS.COM - Ketika memikirkan makanan yang bisa menaikkan atau menurunkan kolesterol, jarang kita bayangkan bahwa dua hal berlawanan bisa terjadi sekaligus — namun itulah kenyataannya dengan karbohidrat.

"Karbohidrat secara langsung memengaruhi kolesterol Anda, baik secara positif maupun negatif," kata Kendra Haire, RDN. Alasannya sederhana: "Tidak semua karbohidrat diciptakan sama."

Bagaimana Karbohidrat Memengaruhi Kolesterol Anda

Mengutip EatingWell, ada perbedaan besar antara karbohidrat sederhana dan kompleks, dan perbedaan itulah yang menentukan dampaknya pada kadar kolesterol.

Karbohidrat sederhana — termasuk biji-bijian olahan seperti roti putih, serta pilihan tinggi gula seperti kue dan soda — cenderung menawarkan nilai gizi yang minimal. Sebaliknya, karbohidrat kompleks mencakup sayuran bertepung seperti ubi jalar, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh.

Karbohidrat Kaya Serat Membantu Menurunkan LDL

"Serat larut yang ditemukan dalam makanan seperti buah, sayuran, oat, dan kacang-kacangan bekerja seperti spons — menyerap kolesterol jahat di saluran pencernaan dan membantu menyaringnya keluar dari tubuh," jelas Haire. "Ini menyebabkan penurunan kadar kolesterol dalam jangka panjang."

Ada dua jenis serat utama — serat larut dan tidak larut. Serat larut (ditemukan dalam chia seed, oatmeal, dan beri) larut dalam air dan berubah menjadi gel yang mengikat partikel LDL lalu membuangnya melalui limbah tubuh. Sementara itu, kacang-kacangan dan lentil kaya akan serat yang dapat difermentasi, yang memberi makan bakteri usus baik dan menghasilkan asam lemak rantai pendek yang membantu menurunkan LDL.

Baca juga: 7 dari 10 Warga Berisiko Hipertensi hingga Kolesterol Tanpa Mengalami Keluhan

Karbohidrat Olahan dan Gula Tambahan Meningkatkan Trigliserida

"Mengonsumsi banyak makanan olahan seperti roti putih, makanan manis, dan minuman tinggi gula dapat meningkatkan lemak darah yang disebut trigliserida dan VLDL, yang berkontribusi pada profil kolesterol yang lebih berbahaya dan penumpukan plak di arteri," ujar Michelle Routhenstein, M.S., RD.

Sebagai konteks, VLDL bahkan dianggap lebih berbahaya daripada LDL karena membawa trigliserida ke jaringan tubuh dan berkontribusi pada penumpukan plak di arteri.

"Ketika gula dicerna, hati menyimpan kelebihan glukosa sebagai trigliserida. Trigliserida membuat molekul kolesterol LDL menjadi lebih berbahaya bagi kesehatan jantung," tambah Haire.

Tips Lain untuk Menurunkan Kolesterol

Berikut saran dari para ahli gizi untuk menurunkan LDL dan trigliserida:

Sarapan pagi. Produksi kolesterol di hati mengikuti jam internal tubuh dan biasanya meningkat di pagi hari. Sarapan memberikan sinyal waktu penting yang membantu mengatur proses ini.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini