News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pilpres 2024

Prabowo Jadi Politisi Paling Beruntung

Penulis: Rahmat Fajar Nugraha
Editor: Acos Abdul Qodir
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Presiden Joko Widodo atau Jokowi tampil bareng dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dalam peresmian Rumah Sakit Pusat Pertahanan Negara (RSPPN) Panglima Besar Jenderal Soedirman, Jakarta Selatan, Senin (19/2/2024).

Laporan Wartawan Tribunnews.com Rahmat W Nugraha 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat politik sekaligus peneliti Exposit Strategic, Arif Susanto menilai saat ini Prabowo Subianto jadi politisi paling beruntung.

Hal itu dikarenakan Prabowo dalam pencapresannya pada Pilpres 2024 sudah disiapkan koalisi oleh Presiden Joko Widodo (JOkowi). Bahkan, yang disiapkan Jokowi untuk Prabowo menyangkut Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2025.

"Tidak ada politikus yang paling beruntung dibandingkan Prabowo hari ini. Jadi kalau ada jajaran politikus Indonesia dijajarkan. Tidak ada yang lebih beruntung dari Prabowo," kata Arif di kantor Para Syndicate, Jakarta Selatan, Selasa (26/2/2024).

"Kenapa? Ini terkait dengan pemilu sebenarnya. Yang pertama, Presiden Jokowi menyediakan koalisi bagi Prabowo," sambungnya.

Kemudian dikatakan Arif bahwa Presiden Jokowi menyediakan anaknya untuk jadi wapres. Menurutnya, itu tidak main-main.

"Lalu, Presiden Jokowi secara aktif berkampanye untuk Prabowo. Saya paham mungkin ada yang keberatan karena kenyataannya Presiden Jokowi tidak pernah secara formal, secara resmi itu tak terlibat kampanye. Tetapi, kampanye terselubung itu sering," kata Arif.

"Kalau Ganjar dan Anies harus keliling Indonesia. Prabowo cukup di bandara foto-foto dengan Jokowi itu bagian dari kampanye," lanjutnya.

Baca juga: Pengamat: Penganugerahan Pangkat Istimewa TNI untuk Prabowo Mestinya Sejak 2022

Lanjut Arif, pemilu sudah selesai. Tapi, peran Jokowi untuk membela Prabowo belum selesai.

"Bahkan, sekarang Jokowi punya peran ganda satu membela dirinya sendiri, membela kekuasaannya sendiri. Kedua dia harus membela Prabowo," kata Arif.

Pembelaan itu, kata Arif, dalam konteks membela Prabowo dalam hal rencana penggunaan hak angket di DRP atas dugaan kecurangan Pemilu 2024.

"Yang sebetulnya (hak angket DPR) merupakan efek negatif yang sudah ditanam oleh Jokowi. Yaitu penyalahgunaan kekuasaan. Yang kelima Presiden Jokowi sedang menyiapkan APBN yang di dalamnya ada alokasi anggaran untuk program makan siang gratis Prabowo Gibran," tegasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini