Pasalnya, polisi tidak pernah membeberkan petunjuk apapun ke publik terkait hilangnya Farhan dan Reno.
Dimas meyakini bahwa Farhan dan Reno dihilangkan secara paksa.
“Yang kami ingin ingatkan bahwa peristiwa penghilangan orang secara paksa ini tidak boleh lagi terjadi dalam konteks pengamanan unjuk rasa ke depannya,” ujarnya.
Farhan Cuma Nonton Demo
Pada kesempatan yang sama, kakak Farhan, Imrony Hamid mengatakan bahwa adiknya tidak ikut dalam aksi demonstrasi yang berujung ricuh pada akhir Agustus 2025 lalu.
Menurut Imrony, adiknya tersebut datang ke Mako Brimob Kwitang, Jakarta Pusat, hanya untuk menonton.
"Dia berangkat berdua temannya terus setelah di sana teman satunya pulang karena dia ada urusan keluarga di rumah," ungkapnya kepada wartawan.
Menjelang sore, berdasarkan informasi yang diperoleh Imrony keadaan di Mako Brimob Kwitang semakin memanas.
Baca juga: Rintihan Minta Tolong Kerap Terdengar Sebelum 2 Kerangka Ditemukan di Gedung ACC Kwitang
Gas air mata diletuskan aparat kepolisian sehingga Farhan berpisah dengan temannya.
"Temannya sama Farhan ini sudah mencari, jadi ya sudah, semenjak di situ sudah enggak tahu," ujarnya.
Keterangan dari saksi mata, Farhan masih terlihat sebanyak tiga kali. Pertama dan kedua Farhan terlihat lari ke arah tim medis untuk meminta pertolongan oksigen.
Selanjutnya yang ketiga Farhan digotong dua orang berjaket ojek online lalu dilarikan ke rumah sakit RSPAD Gatot Subroto.
"Kalau tidak salah naik motor karena kakinya terluka," ujar Imrony.
Pihak keluarga meyakini Farhan tidak terlibat dalam aksi ricuh. Imrony menuturkan aktivitas adiknya sehari-sehari sebagai pekerja, meski tak disebut apa jenis pekerjaannya.
(Tribunnews.com/Yohanes Liestyo Poerwoto/Reynas Abdila/Mario Christian Sumampow)
Baca tanpa iklan