News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pedagang Es Gabus Dianiaya

Polisi Akan Minta Keterangan Sudrajat Pedagang Es Gabus yang Diduga Dianiaya Oknum Aparat

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Theresia Felisiani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

VIRAL DI MEDIA SOSIAL - Seorang pedagang es gabus di Kemayoran, Jakarta Pusat, diintimidasi dua pria berseragam TNI dan polisi karena dituduh menjual es berbahan spons cuci piring. Kejadian ini bermula dari laporan seorang warga Kemayoran bernama Arief Fadillah, Sabtu (24/1/2026). Arief menuduh pedagang bernama Suderajat itu menjual es gabus berbahan spons cuci piring. Mengaku sempat dianiaya oknum aparat Bhabinkamtibmas dan Babinsa saat diamankan, pedagang es bernama Sudrajat bakal diperiksa. 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polisi merespons sorotan publik terkait tudingan pedagang es berbahan gabus yang terjadi di wilayah Kemayoran Jakarta Pusat.

Pedagang es bernama Sudrajat ini mengaku sempat dianiaya oknum aparat Bhabinkamtibmas dan Babinsa saat diamankan.

Polres Metro Jakarta Pusat akan menggali pengakuan Sudrajat lebih lanjut.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra mengaku baru mendapat informasi adanya dugaan penganiayaan tersebut.

Menurutnya saat pemeriksaan awal di Polsek Kemayoran, pedagang es Sudrajat tidak menyampaikan soal kekerasan fisik. 

"Iya benar, kami pun baru dapat informasi belum lama ini karena kemarin kita belum dapat info selama pemeriksaan di Polsek Kemayoran," kata Roby kepada wartawan Rabu (28/1/2026).

"Pak Sudrajat tidak menyampaikan adanya informasi mendapat penganiayaan," imbuhnya.

Baca juga: Nasib Pedagang Es Gabus di Kemayoran setelah Dituding Pakai Bahan Spons, Barang Dagangan Disita

Roby menyatakan akan mengecek kebenaran pengakuan dari Sudrajat.

"Tapi karena kita sudah dapat tentu saja kami akan mengklarifikasi apakah yang disampaikan di media sosial yang baru kita temukan tadi itu benar adanya atau tidak," ucap dia.

Pihak kepolisian menegaskan, sejak awal penanganan kasus mengedepankan sisi kemanusiaan. 

AKBP Roby menjamin Sudrajat diperlakukan bukan sebagai pelaku kejahatan. 

"Makanya untuk memastikan cepatnya biar dia nggak berlama-lama ada di Polsek Kemayoran, waktu di hari Minggu kita mungkin sulit untuk menghubungi Dinas Kesehatan dan Labfor, tapi yang teraih sama kita itu adalah Dokpol Security Food karena masih bisa dihubungi dan mintakan datang untuk mengecek," ujar dia.

"Itu juga sebenarnya adalah wujud kami untuk memanusiakan atau memperlakukan Pak Sudrajat itu dengan hormat sehingga dia tidak perlu berlama-lama ada di Polsek," sambung dia

Dari hasil pemeriksaan menyatakan makanan yang dijual laik dikonsumsi. 

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini