News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Polisi Tembak Polisi

Sempat Satu Mobil dengan Brigadir J, Ricky Rizal Klaim Tak Berniat Menabrakkan Diri

Penulis: Ashri Fadilla
Editor: Hasanudin Aco
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ricky Rizal berdiskusi dengan penasihat hukumnya, Erman Umar sebelum sidang pembacaan pleidoi pada Selasa (24/1/2023).

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ashri Fadilla

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan ajudan Ferdy Sambo, Bripka Ricky Rizal mengaku sempat satu mobil dengan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Posisi satu mobil itu disebutnya saat perjalanan pulang dari Rumah Magelang menuju Rumah Duren Tiga.

Akan tetapi dia membantah tudingan berniat mencelakai Brigadir J dengan menabrakkan mobil.

"Tidak pernah terbersit niat sekecil apapun dari dalam hati saya akan menabrakkan mobil yang saya kendarai bersama dengan almarhum Nofriansyah Yosua Hutabarat untuk mencelakai atau bahkan membunuh almarhum Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat," ujarnya dalam sidang pleidoi atau pembelaan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Selasa (24/1/2023).

Baca juga: Ricky Rizal Minta Maaf ke Ibunya: Usia Beliau Sudah Lanjut Tapi Harus Hadapi Cobaan Sangat Berat

Menurutnya, niatan demikian tidak akan dilakukannya.

Sebab hal tersebut sama saja dengan mencelakai diri sendiri.

"Apabila saya lakukan hal tersebut, sama saja saya berniat untuk bunuh diri," kata Ricky.

Oleh sebab itu dia menganggap bahwa hal demikian tidak masuk akal.

Apalagi dirinya memiliki tanggung jawab sebagai kepala keluarga sehingga tidak ingin mencelakai diri sendiri.

"Saya mempunyai keluarga, saya sangat mencintai dan menyayangi keluarga saya. Dan saya juga merupakan orang yang masih sehat akal dan jiwanya," ujarnya.

Sebagai informasi, tudingan Ricky yang ingin menabrakkan mobil itu pertama kali muncul dari keterangan Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E saat memberikan kesaksian di persidangn pada Rabu (30/11/2022).

Keinginan Ricky itu diketahui Richard pada saat dirinya beserta Kuat Maruf dan Ricky Rizal dikumpulkan dalam satu ruangan oleh Ferdy Sambo di Komplek Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan usai peristiwa pembunuhan terhadap Brigadir J.

"Kami sering dipanggil bapak (Ferdy Sambo) dan ibu (Putri Chandrawati) di lantai dua ngobrol, tetap terangkan (skenario) itu," kata Richard dalam persidangan.

Di tengah perbincangan itu, Richard Eliezer mengaku mendengar cerita Biripka RR yang ingin menabrakan mobil saat perjalanan pulang dari Magelang menuju Jakarta pada 8 Juli 2022.

Saat itu kata Richard, Ricky ingin membantir stir kemudi mobil ke sebelah kiri yang dimana tempat duduk Brigadir J saat itu.

"Sempat di lantai itu Ricky sempat ngobrol ke saya blak blakan 'Chad sebenarnya saya rencana mau nabrakin mobil dari Magelang ke Jakarta'. Mau nabrakin mobil karena almarhum di sebelah kiri," ungkap Richard.

Hal itu pun coba dikonfirmasi oleh Hakim pada persidangan.

"Diarahkan ke Yosua?," tanya Hakim.

"Siap betul," jawab Bharada E.

Kasus Pembunuhan Brigadir J

Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir Yoshua menjadi korban pembunuhan berencana yang diotaki  Mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo pada 8 Juli 2022 lalu.

Brigadir Yoshua tewas setelah dieksekusi di rumah dinas Ferdy Sambo, Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Pembunuhan itu terjadi diyakini setelah Putri Candrawathi bercerita kepada Ferdy Sambo karena terjadi pelecehan seksual di Magelang.

Ferdy Sambo saat itu merasa marah dan menyusun strategi untuk menghabisi nyawa dari Yoshua.

Dalam perkara ini Ferdy Sambo, Putri Candrawathi dan para ajudannya yakni Bripka Ricky Rizal alias Bripka RR, Kuat Maruf dan Bharada Richard Eliezer alias Bharada didakwa melakukan pembunuhan berencana.

Kelima terdakwa sebelumnya didakwa melanggar pasal 340 subsidair Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke (1) KUHP dengan ancaman maksimal hukuman mati.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda

Berita Populer

Berita Terkini