News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tribunners

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email: redaksi@tribunnews.com.

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Saat Risiko Bisnis Dipidana: Siapa Masih Berani Memimpin BUMN?

Editor: Dodi Esvandi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Adi Prihanisetyo, Pengajar dan Peneliti Akuntansi

Untuk memahami risiko yang muncul dari kondisi ini, pendekatan Fraud Triangle yang diperkenalkan oleh Donald Cressey menjadi relevan. 

Cressey menjelaskan bahwa kecurangan biasanya muncul karena tiga faktor utama: tekanan (pressure), kesempatan (opportunity), dan rasionalisasi (rationalization). 

Dalam kasus Indofarma, lemahnya pengawasan akibat rangkap jabatan secara langsung memperbesar elemen opportunity. 

Ketika kontrol tidak berjalan efektif, maka peluang untuk terjadinya penyimpangan menjadi lebih terbuka. 

Pada sisi lain, tekanan untuk mencapai target kinerja perusahaan, terutama dalam situasi bisnis yang menantang, memperkuat faktor pressure. 

Sementara itu, keputusan yang diambil atas nama kepentingan perusahaan atau kelompok usaha dapat menjadi dasar pembenaran, atau rationalization, bagi tindakan yang sebenarnya menyimpang. 

Kombinasi ketiga faktor ini menciptakan lingkungan yang kondusif bagi terjadinya masalah. 

Sekali lagi, ini menunjukkan bahwa akar persoalan tidak bisa hanya dilihat dari individu, tetapi harus ditelusuri hingga ke desain sistem yang membentuk perilaku organisasi. 

Baca juga: Kasus Korupsi Indofarma Kembali Jadi Sorotan, Akademisi Nilai Putusan Hakim Langgar Logika Hukum

Sekadar Sisi Akuntansi

Lalu, mengapa kasus ini lebih banyak dibahas dari sisi akuntansi? 

Jawabannya sederhana: karena aspek akuntansi adalah yang paling mudah terlihat. 

Temuan audit umumnya berfokus pada akun-akun seperti piutang dan persediaan, yang memang sensitif dan memiliki dampak langsung terhadap laporan keuangan. 

Masalah pada piutang dapat mencerminkan lemahnya penagihan atau pengakuan pendapatan yang terlalu agresif. 

Sementara itu, persoalan pada persediaan bisa menunjukkan adanya penumpukan barang atau penilaian yang tidak mencerminkan kondisi sebenarnya. 

Namun, penting untuk dipahami bahwa laporan keuangan pada dasarnya adalah output, bukan penyebab. 

Angka-angka tersebut merupakan hasil akhir dari serangkaian keputusan bisnis, kebijakan operasional, serta efektivitas sistem pengendalian internal. 

Halaman
1234
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini