Tribun

Mengaku Petugas Bea Cukai, Sejumlah Penipu Meminta Kiriman Uang Tunai

Agen Bravo Bea Cukai menyampaikan bahwa Bea Cukai tidak pernah mengirimkan pesan pribadi kepada pengguna jasa.

Editor: Content Writer
zoom-in Mengaku Petugas Bea Cukai, Sejumlah Penipu Meminta Kiriman Uang Tunai
dok. Bea Cukai

TRIBUNNEWS.COM - Simon Leviev atau Simon Hayut dikenal masyarakat luas setelah kisahnya diulas dalam film dokumenter bertajuk “Tinder Swindler”. Ia dikenal sebagai penipu ulung yang merayu banyak perempuan melalui aplikasi kencan.

Simon mengaku sebagai pengusaha kaya yang sedang mencari cinta. Saat korban terlena, Simon akan berpura-pura sedang dalam bencana dan meminta korban mengirim uang sebagai tebusannya. Tak main-main, beberapa wanita yang mengaku korban Simon rugi hingga jutaan dolar.

Kurangnya wawasan korban kepada pelaku dan tingginya kepercayaan yang dibangun diduga sebagai penyebab penipuan dengan modus romansa masih sering terjadi.

Dalam kasus penipuan mengatasnamakan Bea Cukai, modus romansa masih menjadi salah satu trik pelaku penipuan dalam melancarkan niat buruknya. Berdasarkan data statistik Bea Cukai, selama Januari 2022 terdapat laporan penipuan sebanyak 321 kali pengaduan melalui contact center Bravo Bea Cukai dan media sosial BeaCukaiRI.

Jika dirinci, modus toko online masih menduduki peringkat tertinggi dengan 149 kali pengaduan, disusul modus romansa 52 kali, modus money laundry 16 kali, modus diplomatik dan lelang masing-masing 8 kali, serta modus lainnya sebanyak 88 kali.

“Saya baru saja memesan barang melalui toko online, kemudian dihubungi seseorang melalui whatsapp yang mengaku petugas Bea Cukai. Ia menyatakan barang saya ditahan Bea Cukai,” ungkap Melati (nama samaran), saat menghubungi agen Bravo Bea Cukai.

Agen Bravo Bea Cukai menyampaikan bahwa Bea Cukai tidak pernah mengirimkan pesan pribadi kepada pengguna jasa. Sedangkan untuk memeriksa status barang kiriman dari luar negeri dapat dicek secara mandiri melalui www.beacukai.go.id/barangkiriman. Pastikan menginput nomor resi atau airway bill (AWB) untuk melakukan pelacakan barang.

“Saya yakin betul kalau itu petugas Bea Cukai, ia memakai seragam beserta atribut petugas Bea Cukai. Ia mengancam barang saya tidak dikirim, jika tidak mentransfer sejumlah uang melalui nomor rekening,” lanjut Melati.

Agen Bravo Bea Cukai menjelaskan bahwa penerimaan negara melalui Bea Cukai akan disampaikan menggunakan kode billing dan bukan dikirim menggunakan rekening pribadi ataupun rekening yang mengatasnamakan perusahaan atau instansi Bea Cukai.

Jika pelaku bersikukuh, lawan dan tegaskan pada pelaku untuk mengirimkan nomor resi agar barang bisa dilacak secara mandiri.

Halaman
12
Ikuti kami di
berita POPULER
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas