Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Menteri Lutfi Khawatirkan Tiga Hal Ini yang Ancam Harga Pangan

Menteri Perdagangan M Lutfi menyatakan, secara umum, baik pasokan maupun harga bahan pangan cukup stabil

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Fajar Anjungroso

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Menteri Perdagangan M Lutfi menyatakan, secara umum, baik pasokan maupun harga bahan pangan cukup stabil, kecuali harga bawang merah, telur dan daging ayam.

Kementerian Perdagangan, dan Perum Bulog, PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), dan Pemda pun berencana akan menggelar pasar penyeimbang harga. Namun, menurut Lutfi, ada tiga hal yang masih mengancam stabilitas harga pangan ke depan.

"Masalahnya, pertama, di timur Indonesia itu cuaca menghadapi musim hujan, tingginya ombak, keadaan alam tidak bersahabat. Masalah distribusi ini akan menjadi masalah utama di timur," jelas Lutfi di Jakarta Jumat (30/5/2014).

Kedua, lanjut Lutfi, masalah distribusi bahan bakar minyak yang juga sulit di kawasan timur Indonesia, seperti di Ambon, Manokwari, serta Papua. Ditanya soal koordinasi dengan Pertamina, dalam mengantisipasi masalah distribusi tersebut, Lutfi menuturkan, hal tersebut baru akan dibicarakan dengan Pertamina. "Itu yang sekarang lagi saya mau bicarakan," kata dia.

Lutfi mengatakan, dia akan meminta Pertamina untuk memperbaiki informasi terkait BBM bersubsidi, seberapa banyak sebenarnya yang dipasok ke timur Indonesia.

"Kalau daerah tahu disuplai sekian (liter), mereka bisa me-manage. Sekarang kan mereka tidak tahu. Kadang (pasokan BBM) datang, kadang enggak. Itu masalah yang mau kita selesaikan," lanjutnya.

Adapun masalah ketiga, sebut Lutfi, adalah masalah distribusi LPG yang juga menurutnya mengkhawatirkan. Terlepas dari ketiga hal itu, dia menambahkan, jelang Ramadhan dan hariraya, Kementerian Perdagangan akan memperkuat koordinasi antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.

"Kemudian kita akan menginformasikan perkembangan harga-harga dari 165 pasar di 33 provinsi," katanya.

Sumber: Kompas.com
Tags:
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas