Pertamina Akan Bangun SPBU Mini Karena Banyak Pengecer BBM Ilegal
Tahun ini akan dibangun 50 unit SPBU mini, dan ditargetkan dalam kurun waktu 5 tahun akan dibangun 1000 unit SPBU.
Penulis: Apfia Tioconny Billy
Editor: Hendra Gunawan
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Apfia Tioconny Billy
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Anak usaha PT Pertamina (Persero), PT Pertamina Patra Niaga (PPN), akan membangun SPBU mini di pinggiran kota di seluruh Indonesia.
Tahun ini akan dibangun 50 unit SPBU mini, dan ditargetkan dalam kurun waktu 5 tahun akan dibangun 1000 unit SPBU.
Direktur Utama PPN Gandhi Sriwidodo menuturkan pembangun SPBU mini ini selain untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, juga guna meningkatkan keamanan di masyarakat.
Novel Baswedan: Polri Tidak Akan Berani Mengungkap https://t.co/VfDq6L3mQl via @tribunnews
— TRIBUNnews.com (@tribunnews) July 27, 2017
Pasalnya di daerah pinggiran banyak masyarakat yang membeli bahan bakar minyak (BBM) secara eceran, seperti yang kerap dotemui di pinggiran jalan dengan title 'Pertamini'.
"Kalau sekarang kan di daerah pinggiran diwarnai pengecer ilegal. Pertamini itu kan kecil sekali kita gak tahu keamanannya bagaimana, izinnya bagaimana, pengadaan BBMnya," ungkap Gandhi Sriwidodo saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (27/7/2017).
Gandhi Sriwidodo memaparkan walaupun unit SPBU mini hanya akan memiliki luas 300-500 meter dan meskipun akan berukuran kecil namun dipastikan aman.
"Ada lembaga yang menyediakan bbm secara resmi nanti kami yang akan supply BBMnya, sistemnya kami bangun, keamanannya juga," tutur Gandhi Sriwidodo.
Letak SPBU mini nantinya tidak harus berada di dekat jalanan yang sudah beraspal seperti SPBU pada umumnya.
Untuk kapasitas, SPBU mini mampu menyimpan cadangan BBM hingga 5 kiloliter.
Jenis bahan bakar yang dijual di SPBU mini adalah jenis BBM non subsidi Pertalite dan Dexlite.
Nilai investasi satu unit SPBU pun tidak lebih dari Rp. 1 miliar.
Nantinya untuk kepemilikan SPBU mini, Pertamina Patra Niaga akan menggandeng Usaha Kecil Menengah (UKM) di daerah-daerah.
"Namun kepemikikannya milik swasta nanti kami akan kerjasama dengan UKM di daerah," pungkas Gandhi.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.