Tribun Bisnis

Direktur LinkAja : Mandat Kami untuk Percepat Inklusi Keuangan, Bukan Menjadi Nomor Satu

Pengguna terdaftar LinkAja saat ini sudah mencapai 65 juta orang, naik 50 persen dari data di 2019.

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Choirul Arifin
Direktur LinkAja : Mandat Kami untuk Percepat Inklusi Keuangan, Bukan Menjadi Nomor Satu
TRIBUN JABAR/TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Branch Manager Marketing Pertamina Jawa Barat, Sylvia Grace Yuvenna (tengah) secara simbolis melakukan pengisian bahan bakar diesel non subsidi Dexlite ke skid tank LPG (mobil tangki LPG) milik swasta pada acara Peluncuran Pilot Project Pengisian Dexlite ke Skid Tank LPG dengan Transaksi Pembayaran Melalui Aplikasi LinkAja di SPBU 34.40261, Jalan Bojongsoang, Bandung, Selasa (6/8/2019).(TRIBUN JABAR/KURNIAWAN) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penggunaan dompet digital (e-wallet) cenderung neningkat, seiring adanya pandemi Covid-19 yang membatasi masyarakat beraktivitas di luar rumah. 

Direktur Marketing LinkAja Edward Kilian Suwignyo mengatakan, pengguna terdaftar LinkAja saat ini sudah mencapai 65 juta orang, naik 50 persen dari data di 2019.

Namun, Edward menyebut, kehadiran LinkAja bukan hanya mengejar pertumbuhan semata, tetapi lebih menjalankan misi pemerintah yaitu meningkatkan inklusi keuangan di masyarakat. 

Berikut wawancara Tribunnews.com dengan Edward terkait perkembangan dan target LinkAja pada 2021 :

Bagaimana LinkAja melihat potensi dompet digital dan berapa target pengguna di 2021?

Pandemi kan sebetulnya sudah terjadi di tahun 2020. Pandemi memang menjadi akselerator sebetulnya ketika orang adopsi ke dunia digital.

Walaupun demikian, ada sektor-sektor yang memang terkena dampak langsung pandemi. Terutama LinkAja banyak sekali terkait dengan transportasi publik, yang pasti dengan pembatasan sosial, pembatasan kapasitas KRL (kereta rel listrik), ini ikut membatasi, atau terkena dampaknya.

Kemudian seperti sektor-sektor merchant offline, orang juga tidak keluar rumah. Ini juga sebetulnya di mal dan segala macam terkena dampak.

Banyak juga kategori tertentu meningkat, seperti ecommerce, pembayaran digital di pasar, pembayaran tagihan dan segala macam, yang tidak terhindarkan kehidupan sehari-hari. Itu justru meningkat.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas