Tribun Bisnis

3.000 Karyawannya Terpapar Covid-19, United Airlines Batalkan Ratusan Jadwal Penerbangan

Maskapai United Airlines dipaksa membatalkan ratusan penerbangannya, karena 3.000 karyawan dinyatakan positif Covid-19.

Penulis: Hari Darmawan
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in 3.000 Karyawannya Terpapar Covid-19, United Airlines Batalkan Ratusan Jadwal Penerbangan
Instagram Speeedbird5280
Penerbangan dengan nomor 328 United Airlines, terbang dari Bandara Internasional Denver ke Honolulu dengan 231 penumpang dan 10 awak pesawat pada Sabtu (20/2/2021). Tak lama setelah tinggal landas, satu mesin mati kemudian menimbulkan percikan api di udara. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Hari Darmawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Maskapai United Airlines dipaksa membatalkan ratusan penerbangannya, karena 3.000 karyawan dinyatakan positif Covid-19.

Mengutip dari laman situs Reuters pada Jumat (14/1/2022), jumlah karyawan United Airlines yang terpapar Covid-19 ini sekitar 4 persen dari total karyawan mereka.

Hingga saat ini dalam satu pekan, United Airlines telah membatalkan sekitar 360 jadwal penerbangan menurut data FlightAware.

Baca juga: Gunakan Pesawat Boeing 737-800 NG, Garuda Indonesia Layani Rute Khusus Kargo Semarang

CEO United Airlines Scott Kirby mengatakan, untuk mengatasi dampak yang lebih buruk maka pihaknya mengambil langkah lebih awal yaitu membatalkan penerbangan.

Ia juga mengungkapkan, pihaknya telah menginformasikan terhadap para calon penumpang bahwa telah membatalkan sejumlah penerbangan karena kasus Covid-19 ini.

"Kami mengurangi jadwal penerbangan, tentunya ini sebagai langkah untuk menjaga calon penumpang dan juga karyawan agar tidak terpapar Covid-19," ucap Kirby.

Baca juga: Kronologi Dugaan Korupsi Pengadaan Pesawat ATR di Garuda hingga Respons Manajemen

Meski begitu, Kirby mengungkapkan, dari kasus Covid-18 selama delapan pekan ini belum ada angka kematian diantara karyawan yang divaksinasi.

Terkait vaksinasi ini, United Airlines juga bertindak tegas terhadap karyawan yang tidak ingin mendapatkan vaksin Covid-19. Imbasnya, 67 ribu karyawan dipecat karena tidak mau divaksin.

"Sejak kebijakan vaksin kami mulai berlaku, tingkat rawat inap di antara karyawan kami telah 100 kali lebih rendah daripada populasi umum di AS," kata Kirby.

Bahkan, Kirby mengatakan meski ada 3.000 karyawan yang saat ini positif Covid-19, tak ada karyawan mereka yang saat ini dirawat di rumah sakit.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas