Tribun Bisnis

Harga Tiket Pesawat Melambung Tinggi, Hambat Perkembangan Sektor Pariwisata

YLKI pun meminta Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk meningkatkan pengawasan terhadap maskapai penerbangan.

Penulis: Hari Darmawan
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Harga Tiket Pesawat Melambung Tinggi, Hambat Perkembangan Sektor Pariwisata
AFP/HECTOR RETAMAL
Ilustrasi calon penumpang pesawat saat check in 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Hari Darmawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat Penerbangan dan Analis Independen Bisnis Penerbangan Nasional Gatot Rahardjo mengatakan, tingginya harga tiket pesawat menghambat sektor pariwisata untuk berkembang.

Menurutnya, perkembangan sektor pariwisata akan terhambat apabila harga pesawat cukup tinggi.

Hal ini karena wisatawan banyak yang menggunakan pesawat untuk menuju destinasi wisata.

Baca juga: Penyebab Harga Tiket Pesawat Mahal, dari Pulihnya Ekonomi hingga Melambungnya Harga Avtur

“Tentu ini bisa menghambat perkembangan sektor transportasi karena tingginya harga tiket," ucap Gatot saat dikonfirmasi Tribunnews, Selasa (14/6/2022).

“Maskapai masih memasang harga tiket dengan tarif yang melebihi tarif batas atas (TBA),” ujar Sandiaga Uno.

Tingginya harga tiket juga mendapat sorotan dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI).

YLKI pun meminta Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk meningkatkan pengawasan terhadap maskapai penerbangan.

Menurut Ketua YLKI Tulus Abadi, banyak konsumen yang menjerit akibat harga tiket pesawat yang sangat mahal.

“Maka dari itu Kemenhub harus meningkatkan pengawasan terhadap maskapai, dan bahkan bila perlu dilakukan audit untuk memastikan bahwa tidak ada pelanggaran terhadap ketentuan tarif batas atas (TBA) tiket pesawat,” kata Tulus.

Baca juga: Penyebab Harga Tiket Pesawat Mahal, dari Pulihnya Ekonomi hingga Melambungnya Harga Avtur

Ia juga menjelaskan, saat ini ada kebijakan baru dari pemerintah untuk maskapai yaitu fuel surcharge karena melambungnya harga bahan bakar avtur untuk pesawat.

“Hal ini berpotensi adanya pelanggaran yang dilakukan maskapai, seiring dengan meningkatnya permintaan perjalanan menggunakan pesawat karena pelonggaran syarat untuk terbang,” ujar Tulus.

Tulus juga meminta Kemenhub, agar memberikan sosialisasi kepada publik mengenai fenomena global yang berdampak terhadap sektor transportasi udara.

Sebagai informasi, harga tiket pesawat untuk rute domestik dan internasional saat ini memang mengalami peningkatan.

Beberapa waktu lalu, harga tiket penerbangan dari Jakarta menuju Singapura dengan maskapai Garuda Indonesia menyentuh angka hingga Rp 12 juta.

Baca juga: Menparekraf: Kenaikan Harga Tiket Pesawat Karena Adanya Revenge Travel

Kemudian untuk rute domestik dari Jakarta menuju Bali untuk satu kali penerbangan sempat menyentuh angka Rp 1,2 juta sampai Rp 1,4 juta.

Kenaikan harga tiket juga dialami oleh maskapai berbiaya rendah seperti Citilink dan juga Super Air jet.

Direktur Utama PT Garuda Indonesia Irfan Setiaputra sebelumnya menjelaskan, bahwa memang ada kenaikan harga tiket karena harga avtur yang ikut naik.

Kemudian VP Corporate Secretary & CSR PT Citilink Indonesia Diah Suryani Indriastuti juga mengatakan, kenaikan harga tiket ini karena adanya kenaikan juga pada harga avtur yang cukup tajam.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas