Tribun Bisnis

Badai PHK

Morgan Stanley Lakukan Perampingan, 1.600 Karyawan Telah Dirumahkan

Karyawan yang berprofesi sebagai penasihat keuangan di divisi manajemen kekayaan Morgan Stanley adalah salah satu yang tidak terkena dampak PHK.

Penulis: Mikael Dafit Adi Prasetyo
Editor: Seno Tri Sulistiyono
zoom-in Morgan Stanley Lakukan Perampingan, 1.600 Karyawan Telah Dirumahkan
SC Magazine/Getty Images
Ilustrasi. Morgan Stanley pada Selasa (6/12/2022) dikabarkan memangkas sekitar 2 persen staf atau sekitar 1.600 karyawannya. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Mikael Dafit Adi Prasetyo

TRIBUNNEWS.COM, NEW YORK – Morgan Stanley pada Selasa (6/12/2022) dikabarkan memangkas sekitar 2 persen staf atau sekitar 1.600 karyawannya.

Dikutip dari CNBC, perusahaan tersebut hingga saat ini memiliki sekitar 81.567 karyawan secara global.

CEO Morgan Stanley James Gorman pada pekan lalu sempat mengatakan bahwa perusahaan akan melakukan PHK pada stafnya di seluruh dunia.

"Beberapa orang akan dilepaskan," kata Gorman.

Baca juga: PepsiCo PHK Ratusan Pekerja Kantoran di AS untuk Antisipasi Inflasi dan Resesi

“Di sebagian besar bisnis, itulah yang Anda lakukan setelah bertahun-tahun berkembang,” Imbuhnya.

Menurut Gorman, karyawan yang berprofesi sebagai penasihat keuangan di divisi manajemen kekayaan Morgan Stanley adalah salah satu yang tidak terkena dampak PHK.

Sementara itu. langkah pemangkasan tenaga kerja yang dilakukan oleh Morgan Stanley tampaknya mengikuti para saingnya yakni Goldman Sachs dan perusahaan lain termasuk Citigroup dan Barclays.

Adapun, Goldman Sachs mengembalikan tradisi pemberhentian karyawan tahunan, yang secara historis menargetkan antara 1 hingga 5 persen karyawannya yang berkinerja kurang baik, di posisi di seluruh perusahaan.

Di samping itu, perusahaan-perusahaan Wall Street sebelum pandemi Covid-19 juga memberhentikan karyawan dengan kinerja terendah setelah Hari Buruh dan sebelum bonus dibayarkan. Praktik ini kemudian dihentikan selama beberapa tahun terakhir di tengah ledakan perekrutan.

Penurunan tajam dalam kegiatan perbankan investasi, terutama IPO dan penerbitan utang sampah, memicu kondisi untuk PHK signifikan pertama di Wall Street sejak pandemi dimulai pada 2020 lalu.

Wiki Terkait

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas