Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Program Makan Bergizi Gratis Akan Pakai Beras dan Susu Impor, Anggaran Bapanas Dipangkas

Ada kemungkinan program makan bergizi gratis milik Prabowo-Gibran akan menggunakan bahan pangan hasil impor.

Tayang:
Diperbarui:
Baca & Ambil Poin
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Program Makan Bergizi Gratis Akan Pakai Beras dan Susu Impor, Anggaran Bapanas Dipangkas
Endrapta Pramudhiaz
Sekretaris Utama Bapanas Sarwo Edhy ketika ditemui di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (29/7/2024). 

Penurunan anggaran ini tidak hanya dialami oleh Bapanas, tetapi kementerian/lembaga lain juga mengalami hal serupa.

"Bukan hanya Badan Pangan Nasional saja yang turun, tetapi hampir seluruh kementerian lembaga anggarannya di tahun 2025 ini turun," kata Sarwo.

"Mungkin persiapan untuk program Bapak Presiden yang baru dengan makan gratis. Mungkin ya," lanjutnya.

Sarwo pun mencontohkan anggaran Kementerian Pertanian juga mengalami penurunan dari Rp 14 triliun menjadi Rp 8 triliun. Menurut dia, penurunannya sangat signifikan, yaitu sebesar Rp 6 triliun.

Dalam anggaran sebesar Rp 329,9 miliar di tahun 2025 nanti, Bapanas telah mengalokasikannya untuk sejumlah program. Pertama untuk program ketersediaan akses dan konsumsi pangan berkualitas sebesar Rp212,8 miliar.

Program ini, terdiri dari kegiatan pemantapan, ketersediaan dan stabilisasi pasokan dan harga
pangan yang ada di Deputi I sebesar Rp87,9 miliar.

Kemudian, pengandalian kerawanan pangan dan gizi dan pemantapan kewaspadaan pangan dan gizi di Deputi II sebesar Rp 56,8 miliar.

Rekomendasi Untuk Anda

Masih dalam program sama, anggaran tersebut juga akan digunakan untuk pemantapan penganekaragaman
konsumsi dan keamanan pangan yang ada di Deputi III sebesar Rp 68,1 miliar.

Berikutnya, ada Program Dukungan Manajemen di Sekretariat Utama sebesar Rp117,1 miliar yang terdiri dari gaji dan operasional perkantoran belanja mengikat sebesar Rp 79,1 miliar, serta dukungan manajemen dan teknis lainnya sebesar Rp 38 miliar.

"Kami juga telah mengusulkan tambahan anggaran bantuan pangan untuk cadangan pangan kepada pemerintah sekitar Rp 20,2 triliun," ucap Sarwo.

Program Makan Bergizi Gratis Simpang Siur

Ditemui terpisah, Loyalis Prabowo Subianto, Angga Wira menyebut belum ada angka pasti untuk setiap porsi makan bergizi gratis.

Angga Wira mengungkapkan hal tersebut usai adanya simpang siur terkait besaran anggaran yang diperlukan untuk satu porsi program makan bergizi gratis.

Menurutnya, belum pastinya besaran yang ditetapkan lantaran harga bahan baku program makan bergizi gratis di berbagai daerah berbeda-beda.

"Belum, belum ada angka firm. Karena pastinya dari beberapa daerah kan COGS-nya (Cost of Good Sold) beda-beda. Pasti ada subsidi silang," kata dia.

Dia menyebutkan, Tim Pemerintahan yang baru hingga kini masih menerima masukkan dari berbagai pihak terkait program yang dimaksud. Contohnya seperti

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) yang menyebutkan bahwa angka ideal untuk Makan Siang Gratis yang bergizi adalah kisaran Rp15.000 per porsi.

Padahal di satu sisi, anggaran untuk program tersebut hanya dianggarkan sekitar Rp71 triliun dari Kementerian Keuangan.

"Angka fix-nya berapa secara nominal sampai saat ini belum ada. Karena kami kan ada 20-an tempat kita melakukan uji coba," pungkasnya. (Tribun Network/daz/ism/wly)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Atas