Vaksinasi Berbayar Salah Satunya akan Tersedia di Bandara untuk Pemegang Paspor Asing
Kepala Staf Presiden Moeldoko mendukung adanya program Vaksinasi Gotong Royong berbayar bagi individu.
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Johnson Simanjuntak
Pemerintah sebelumnya mengizinkan pelaksanaan Vaksinasi Gotong Royong Individu, yang secara resmi digelar pada Senin 12 Juli, sebelum kemudian ditunda.
PT Kimia Farma Diagnostika (KFD) menyediakan 8 klinik di 6 kota di Jawa dan Bali.
Adapun jenis dan harga vaksinasi Covid-19 telah tercantum dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/4643/2021 yakni menggunakan vaksin Sinopharm dosis lengkap dengan harga Rp 879.140.
Keputusan pemerintah yang akan mulai membukan vaksinasi berbayar tersebut kemudian mendapat kritikan banyak pihak, diantaranya anggota DPR dan YLKI.
Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi mengatakan vaksin gotong royong yang berbayar dijual di apotek-apotek tertentu harus ditolak.
“Vaksin berbayar itu tidak etis, di tengah pandemi yang sedang mengganas. Karena itu, vaksin berbayar harus ditolak,” kata Tulus dalam keterangannya, Minggu (11/7/2021).
Dia menilai kebijakan ini bisa jadi hanya akan makin membuat masyarakat malas untuk melakukan vaksinasi. Menurutnya, yang digratiskan saja masih banyak yang malas (tidak mau), apalagi vaksin berbayar.
“Dan juga membingungkan masyarakat, mengapa ada vaksin berbayar, dan ada vaksin gratis. Dari sisi komunikasi publik sangat jelek,” tutur Tulus.