Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Virus Corona

Dokter Reisa Sebut Covid-19 di Indonesia Semakin Terkendali, 18 Provinsi Catatkan Nol Angka Kematian

Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19, dr. Reisa Broto Asmoro menyebutkan jika situasi pandemi Covid-19 di Indonesia semakin terkendali.

Dokter Reisa Sebut Covid-19 di Indonesia Semakin Terkendali, 18 Provinsi Catatkan Nol Angka Kematian
Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
Reisa Brotoasmoro. Dokter Reisa Sebut Covid-19 di Indonesia Semakin Terkendali, 18 Provinsi Catatkan Nol Angka Kematian 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19, dr. Reisa Broto Asmoro menyebutkan jika situasi pandemi Covid-19 di Indonesia semakin terkendali.

Data situasi Covid-19 di Indonesia per 10 Oktober 2021 kemarin menyatakan bahwa kasus terkonfirmasi dari 34 provinsi dan 514 kabupaten kota tercatat di bawah seribu .

Baca juga: Tembus 100 Juta Suntikan, Kemenkes : Penerima Vaksin Covid-19 Dosis Lengkap 27,62 Persen

Baca juga: Reisa Broto Asmoro Sarankan 2 Hal untuk Penyintas Covid-19, Singgung Aturan Vaksinasi

"Yaitu lebih tepatnya 894 orang. Angka kesembuhan juga tinggi. Perkemarin itu 1584 orang dinyatakan orang sembuh," ungkapnya pada siaran Radio Kesehatan, Senin (11/10/2021).

Ilustrasi corona virus (Covid-19)
Ilustrasi corona virus (Covid-19) (shutterstock)

Sehingga dapat dikatakan jika kasus aktif semakin turun yaitu di angka 24,430 orang. Selain itu Reisa memaparkan sebanyak 18 dari 34 provinsi memiliki status nol kematian.

Dan sekitar 24 provinsi memiliki kasus kesembuhan lebih banyak ketimbang angka konfirmasi terbaru. Menurut pemaparan dr Reisa, hal ini merupakan hasil kerja keras dari seluruh lapisan.

Baik dari pemerintah yang menggalakan upaya testing, treasing dan treatment. Serta percepatan vaksinasi dan masyarakat dalam menaati protokol kesehatan dan mengikuti program vaksinasi.

Atas dasar tersebut, pemerintah kini mengizinkan kegiatan masyarakat dilakukan kembali. Tentunya aktivitas harus dilakukan dengan peraturan protokol kesehatan ketat.

Dan yang terpenting agar dapat aktivitas tersebut dapat terus berjalan dengan mengedepankan kesehatan. Misalnya kegiatan berskala besar seperti olahraga, konferensi, festival konser, pameran dagang, resepsi dan sebagainya.

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas