Tribun

Wakil Ketua Komisi XI DPR Nilai Tepat OJK Perpanjang Restrukturisasi Kredit Berbasis Individu

Langkah Otoritas Jasa Keungan (OJK) memperpanjang masa restrukturisasi kredit dengan pendekatan berbasis individu bagi para debitur dinilai tepat.

Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Wakil Ketua Komisi XI DPR Nilai Tepat OJK Perpanjang Restrukturisasi Kredit Berbasis Individu
istimewa
Wakil Ketua Komisi XI Fathan Subchi. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Langkah Otoritas Jasa Keuangan  (OJK) memperpanjang masa restrukturisasi kredit dengan pendekatan berbasis individu bagi para debitur dinilai tepat.

Meskipun saat ini kondisi makro ekonomi Indonesia terus menunjukkan perbaikan, namun dampak negative Pandemi Covid-19 masih dirasakan oleh banyak sektor usaha di tanah air.

“Langkah OJK memperpanjang restrukturisasi kredit bagi kami merupakan langkah tepat. Apalagi OJK menggunakan pendekatan baru berbasis individu debitur yang menurut kami bisa memastikan jika kebijakan restrukrisasi kredit tersebut memang tepat sasaran,” ujar Wakil Ketua Komisi XI Fathan Subchi, Kamis (8/9/2022).

Dia menjelaskan dampak Pandemi Covid-19 dalam dua tahun terakhir tidak bisa hilang begitu saja.

Menurutnya pelaku usaha masih mulai merangkak bangkit setelah hampir dua tahun sektor usaha mereka tiarap karena pelambatan ekonomi akibat pandemi.

Baca juga: Menyelesaikan Persoalan Debitur dan Kreditur Menurut Pengamat: Harus Bicara Duduk Bersama

“Jadi ibaratnya para pelaku usaha ini terutama di sektor UMKM mulai merintis kembali usaha mereka, sehingga sebagian besar kondisinya masih tidak sebagus sebelum masa ada pandemi. Jadi ya layak jika kebijakan restrukturisasi kredit dari OJK diperpanjang,” katanya.

Kendati demikian, kata Fathan berdasarkan laporan OJK saat ini terdapat besaran kredit restrukturisasi dan jumlah debitur terus bergerak melandai.

Jika pada pada Juni 2022 besaran kredit restrukturisasi berjumlah Rp576,17 triliun, maka pada bulan Juli 2022 turun menjadi Rp560,41 triliun.

Pun juga dengan jumlah debitur, jika pada Juni ada 2,99 juta entitas maka pada bulan Juli 2022 turun menjadi 2,94 juta entitas.

“Yang patut disyukuri besaran kredit restrukturisasi dan jumlah debitur dari sektor UMKM juga menurun. Besaran kredit turun dari Rp204 triliun di bulan Juli menjadi Rp196,4 triliun di bulan Juli,” urainya.

Halaman
12
Ikuti kami di
berita POPULER
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas