Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Idul Adha 2020

Hikmah di Balik Larangan Memotong Kuku dan Rambut bagi Shohibul Qurban

Larangan tidak memotong kuku dan rambut ini berlaku bagi orang yang ingin berkurban mulai tanggal 1 Dzulhijjah sampai hewan kurban disembelih.

Hikmah di Balik Larangan Memotong Kuku dan Rambut bagi Shohibul Qurban
Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
Idul Adha 2020 - Berikut ini Nilai Hikmah dan Keutamaan Dibalik Larangan Memotong Kuku dan Rambut bagi Shohibul Qurban 

Maksud dari perintah larangan ini, agar Allah mengampuni dosa-dosa shahibul qurban ketika hewan kurbannya disembelih.

Ustaz Adi menjelaskan, ibadah kurban merupakan ibadah yang sangat tinggi nilainya.

Allah mengapresiasi ibadah ini karena tidak semua orang bisa melaksanakan perintah berkurban.

"Tidak mudah setiap orang bisa berkurban, karena ia harus mengorbankan harta yang sangat ia cintai," ujar Ustaz.

Allah melihat esensi dari ibadah ini dari segi taqwa seorang hamba.

Daging tersebut bukan hal utama yang dilihat oleh Allah.

"Allah tidak butuh dagingnya, Allah tidak butuh darah hewan kurbannya, bukan itu yang sampai, yang sampai kepada Allah taqwanya, kepatuhan kita, kesungguhan kita, ketaatan kita kepada Allah SWT," lanjutnya.

Dengan ketaqwaan ini, lalu cinta Allah diturunkan kepada orang yang melakukan amalan taqwa ini, maka yang pertama diberikan adalah ampunan dosa.

"Jadi kalau Allah cinta pada seorang hamba itu bukan dikasih dunia, dunia terlampau kecil, tapi yang diberikan pertama kali adalah ampunan dari dosa-dosa," jelas Ustaz Adi.

Dengan berkurban ini, maka seorang hamba mendapat kesempatan akan diampuni dosanya dari ujung rambut kepala sampai ujung kuku di kakinya.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Arif Tio Buqi Abdulah
Editor: Tiara Shelavie
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas