Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Inilah Cara Produsen Makanan Jepang Antisipasi Keluhan Masyarakat

Makanan bayi tersebut dengan tanggal kadaluarsa 14 Desember tahun depan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Inilah Cara Produsen Makanan Jepang Antisipasi Keluhan Masyarakat
Foto Richard Susilo
Produk makanan bayi yang ditarik balik buatan grup usaha Asahi Fods 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Kelompok usaha Asahi Foods mendapat keluhan masyarakat belum lama ini, menemukan resin, materi berwarna biru di dalam box makanan bayi.

Akibatnya Asahi Foods menarik balik 60.000 boks makanan bayi itu segera.

"Kami meminta maaf atas ketidaknyaman ini. Kami akan berusaha untuk lebih memperkuat sistem manajemen mutu di masa depan," ujar sumber Tribunnews.com di Asahi Foods Group tersebut Senin ini (29/8/2016).

Asahi Kelompok makanan dari produsen pangan utama, seperti dari resin dari makanan bayi yang dijual di nasional super puing-puing ditemukan, adalah sekitar 60.000 mengumumkan penarikan sukarela.

Makanan bayi tersebut dengan tanggal kadaluarsa 14 Desember tahun depan.

Tanggal 3 Agustus 2016 keluhan datang dari masyarakat dan setelah diselidiki memang terjadi hal kurang baik tersebut.

Rekomendasi Untuk Anda

Setelah diselidiki lebih lanjut produk tersebut dari pabrik yang ada di perfektur Okayama.

"Bagi pemilik atau pembeli roduk makanan bayi tersebut, silakan kirim balik ke kami dengan chakubarai (bayar di pihak Asahi). Setelah itu kami akan kirimkan kartu prepaid ke alamat pengirim sebagai hadiah," ujarnya lagi.

Konsumen dapat menghibungi Asahi Foods dengan nomor telepon bebas pulsa, di 0120-88-5620, setiap hari kerja jam 09:00-17:00.

Bahkan khusus kasus ini untuk Sabtu dan Minggu (3 dan 4 September 2016) Asahi Foods akan membuka layanan telepon tersebut.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas