Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Pria Ini Ceritakan Pemeriksaan Virus Corona yang Dia Alami

Tim jurnalisnya di Eropa mengatakan bahwa di Romagna terdapat 20 kasus infeksi virus corona yang terkonfirmasi.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Pria Ini Ceritakan Pemeriksaan Virus Corona yang Dia Alami
AFP/YONHAP/SOUTH KOREA OUT
Para petugas dilengkapi pakaian pelindung menyemprotkan cairan desinfektan di sebuah pasar di daerah Daegu, Korea Selatan, menyusul meluasnya wabah virus corona di negara itu, Minggu (23/2/2020). Penyebaran virus corona hingga hari ini, Senin (24/2/2020), semakin menunjukkan peningkatan di sejumlah negara, seperti Italia, Iran, dan Korea Selatan. 

Dan siapapun yang baru kembali dari wilayah manapun di Pisa Utara setelah 19 Februari dan menunjukkan gejala flu, harus mengisolasi diri selama 14 hari dan menghubungi 111 untuk diperiksa.

Sampai tanggal 18 Februari, gejala-gejala virus corona belum dialami Nick. Jadi dia menghubungi 111 kembali dan menjelaskan apa yang diberitakan Sky News berdasarkan Kementerian Kesehatan serta meminta mereka mengklarifikasi hal itu.

Tapi ternyata pihak rumah sakit masih belum mengetahui informasi tersebut jadi Nick harus menunggu panggilan telpon lagi dari rumah sakit.

Baca: Jokowi: Dua WNI Tertular Virus Corona dari WN Jepang

Empat jam kemudian, Nick berbicara dengan salah satu tim yang menangani pasien virus corona di London.

Mereka meminta Nick untuk mengisolasi diri (karantina) dan melakukan uji swab alias seka.

Untungnya, ada tim kesehatan yang bisa mengunjungi Nick pada dua hari berikutnya karena mereka sangat sibuk.

Di area lain, orang yang merasa perlu diperiksa harus memeriksakan diri mereka ke rumah sakit.

Rekomendasi Untuk Anda

Pada jam makan siang pada hari Selasa, Nick akhirnya didatangi petugas medis dan diminta keluar rumah.

Ketika dia membuka pintu rumahnya, perawat yang menunggu telah memakai pakaian pelindung hazmat dan memiliki perlengkapan medis lain.

Beberapa orang yang melakukan uji swab mengalaminya di hidung dan tenggorokan.

Namun, Nick hanya diperiksa di bagian tenggorokan yang sakit. Pemeriksaannya cukup cepat, tetapi sangat tidak nyaman.

"Bayangkan seseorang memainkan amandelmu," ungkap Nick. Saat itu Nick juga menanyakan apakah tim medis yang memeriksanya sedang sibuk atau tidak, mereka menjawab, "Kau tidak bisa membayangkan bagaimana kami memeriksa separuh warga London."

Mereka juga menceritakan bahwa belakangan ini liburan ke Thailand dan Malaysia jadi salah satu liburan terpopuler di London.

Sejauh ini seperti diketahui, terdapat angka infeksi di Thailand dan Malaysia.

Tak lama, hasil Nick baru bisa diketahui tiga hari setelahnya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas