Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Rusuh di Amerika Serikat

Viral Foto Pendemo Kasus George Floyd di AS Bertato Indonesia Rusak Properti, Mengaku Lahir di Jawa

Foto seorang pendemo merusak properti saat protes kematian George Floyd di AS, viral di media sosial. Tampak ada tato Indonesia di lengannya.

Viral Foto Pendemo Kasus George Floyd di AS Bertato Indonesia Rusak Properti, Mengaku Lahir di Jawa
Facebook Tom Kelly IV
Foto seorang pendemo merusak properti saat protes kematian George Floyd di AS, viral di media sosial. Tampak ada tato Indonesia di lengannya. 

Oleh karena itu dia meminta maaf kepada BLM (Bureau of Land Management) dan para pengunjuk rasa lainnya karena telah bersikap rusuh.

Menyoal tatonya yang viral, Arthur mengaku lahir di Jawa dan merupakan warga negara AS yang dinaturalisasi.

"Karena salah satu tato saya menunjukkan pulau-pulau Indonesia (saya warga negara AS yang dinaturalisasi, tetapi saya lahir di pulau Jawa), saya juga ingin meminta maaf kepada masyarakat Indonesia di Philadelphia," jelas Arthur.

fvcb
Klarifikasi Rainey Arthur Backues tentang fotonya yang terlihat tato Indonesia. (Facebook Rainey Arthur Backues)

Lebih lanjut, dia mengklarifikasi aksinya di Instagam yang disimpulkan pengikutnya, dia juga menjarah pertokoan.

"Sekali lagi, saya meminta maaf kepada semua komunitas yang telah terkena dampak negatif dan malu."

"Saya bersedia bertanggung jawab penuh atas tindakan saya."

"Saya telah belajar banyak dari kejadian ini," tutup Arthur.

Baca: Demonstrasi Kematian George Floyd di AS Merembet ke Eropa

Baca: Pengacara Sebut Kematian George Floyd Pembunuhan Berencana

Sebelumnya, George Floyd adalah pria kulit hitam yang meninggal setelah polisi mengunci lehernya hingga tidak bisa bernapas.

Dia ditangkap empat polisi Minnesota karena diduga menggunakan uang palsu senilai USD 20 atau sekitar Rp 289 ribu.

Meski sudah merintih tidak bisa bernapas, polisi Derek Chauvin tidak melepaskan lututnya dari leher Floyd hingga tidak sadarkan diri.

Insiden ini membuka luka lama komunitas Afrika-Amerika dan warga AS pada umumnya sehingga aksi protes meledak dan meluas secara nasional.

Sayangnya, di antara aksi protes yang damai menuntut agar Chauvin didakwa pembunuhan tingkat satu, ada oknum yang merusak properti dan menyebabkan kerusuhan.

(Tribunnews/Ika Nur Cahyani)

Penulis: Ika Nur Cahyani
Editor: Pravitri Retno Widyastuti
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas