Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun

Selain George Floyd, Polisi Minneapolis Telah Buat 44 Orang Tak Sadarkan Diri dengan Pengekang Leher

Sebuah data menunjukkan jika kepolisian di Minneapolis, Minnesota, Amerika Serikat telah membuat 44 orang tak sadarkan diri dengan mengekang leher.

Penulis: Whiesa Daniswara
Editor: Ayu Miftakhul Husna
zoom-in Selain George Floyd, Polisi Minneapolis Telah Buat 44 Orang Tak Sadarkan Diri dengan Pengekang Leher
Kolase Tribunnews/CBS
Derek Chauvin - Sebuah data menunjukkan jika kepolisian di Minneapolis, Minnesota, Amerika Serikat telah membuat 44 orang tak sadarkan diri dengan mengekang leher. 

Versi manual kebijakan Departemen Kepolisian Minneapolis yang tersedia secara online, bagaimanapun, memungkinkan penggunaan pengekangan leher yang dapat membuat tersangka tidak sadar.

Protokol pengekangan leher ini untuk penggunaannya belum diperbarui selama lebih dari delapan tahun.

Data kepolisian Minneapolis menunjukkan bahwa dalam sebagian besar kasus penggunaan-kekuatan yang melibatkan pengekangan leher ketika seorang individu kehilangan kesadaran, pengekangan itu digunakan setelah seorang tersangka melarikan diri dengan berjalan kaki atau tegang ketika mereka ditahan.

Hampir setengah dari orang yang kehilangan kesadaran terluka, menurut laporan, yang tidak menjelaskan keparahan dari cedera tersebut.

Lima dari kasus tersebut melibatkan penyerangan terhadap petugas, sementara beberapa lainnya melibatkan kekerasan dalam rumah tangga.

Baca: [Cek Fakta] Apakah Serial Kartun The Simpsons Memprediksi Kematian George Floyd?

Baca: Polwan Terlibat Penembakan dalam Demo Bela George Floyd, Menewaskan Pria Kulit Hitam David McAtee

Dalam kebanyakan kasus, tidak ada pelanggaran kekerasan yang mendasarinya.

Data kepolisian Minnesota menunjukkan, tiga perlima dari mereka yang dikenakan pengekangan leher dan kemudian dibuat pingsan adalah orang kulit hitam.

BERITA REKOMENDASI

Sedangkan sekitar 30 persennya terjadi kepada orang berkulit putih.

Dua adalah penduduk asli Amerika.

Hampir semuanya berjenis kelamin laki-laki, dan tiga perempatnya berusia di bawah 40 tahun.

Salah satunya adalah seorang anak berusia 14 tahun dalam insiden kekerasan dalam rumah tangga yang sedang berlangsung ketika petugas tiba.

Yang lainnya adalah seorang anak 17 tahun yang melarikan diri dari insiden pengutilan.


Yang lainnya melibatkan perhentian lalu lintas di mana tersangka dianggap 'tidak patuh secara verbal'.

Baca: Lebih Dari Separuh Warga Amerika Dukung Militer Bantu Polisi Tangani Protes Kematian George Floyd

Baca: Pria Kulit Hitam Tewas Tertembak saat Demo Bela George Floyd, Dikenal Baik dan Sering Bagi Makanan

Versi online dari manual kebijakan mengatakan, "Pengekangan leher secara tidak sadar hanya akan diterapkan :

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
© 2024 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas