Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Remaja di Mongolia Meninggal Dunia akibat Penyakit Pes

Remaja laki-laki berusia 15 tahun di Mongolia meninggal dunia akibat penyakit pes, ujar kementerian kesehatan pada Selasa (14/7/2020).

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Sri Juliati
zoom-in Remaja di Mongolia Meninggal Dunia akibat Penyakit Pes
AFP Photo & Wikimedia Commons
Remaja di Mongolia Meninggal Dunia akibat Penyakit Pes 

Itu juga terjadi karena perbatasan Mongolia tetap ditutup karena pandemi virus corona.

Selain di Mongolia, penyakit pes juga terdeteksi di Amerika Serikat.

Namun, penyakit itu menjangkiti tupai.

Seekor Tupai Dinyatakan Positif Terjangkit Pes, Kasus Pertama di Amerika Serikat
Seekor Tupai Dinyatakan Positif Terjangkit Pes, Kasus Pertama di Amerika Serikat (Brooke Coupal)

Diberitakan Tribunnews sebelumnya, seekor tupai yang ditemukan di Morrison, Colorado, AS dinyatakan positif terjangkit pes, whdh.com mengabarkan.

Kasus itu sekaligus menjadi kasus pes yang terkonfirmasi pertama yang terjadi di Amerika.

Pusat kesehatan masyarakat Jefferson County Public Health menyampaikan pengumuman pada Minggu (12/7/2020) menambahkan, manusia dan hewan peliharaan dapat tertular penyakit yang disebabkan oleh bakteri Yersinia pestis ini.

Karena itu, tindakan pencegahan yang tepat harus dilakukan.

Rekomendasi Untuk Anda

Manusia dapat terinfeksi penyakit pes melalui gigitan dari kutu yang terinfeksi.

Bisa juga dari batuk hewan yang terinfeksi atau melalui kontak langsung dengan darah atau jaringan hewan yang terinfeksi, ungkap Jefferson County Public Health.

Kucing sangat rentan terhadap wabah ini dan dapat mati jika tidak segera diobati dengan antibiotik.

Kucing dapat tertular penyakit pes dari gigitan kutu, goresan / gigitan tikus atau memakan tikus.

Sementara itu, anjing tidak rentan terhadap penyakit ini.

Namun, anjing bisa membawa kutu tikus yang terinfeksi pes.

Gejala penyakit pes terjadi dalam dua hingga tujuh hari setelah paparan.

Penderita bisa juga mengalami demam tinggi, menggigil, sakit kepala, mual dan nyeri ekstrem serta pembengkakan kelenjar getah bening.

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas