Trump Ingin Vaksin Covid-19 Tersedia Sebelum Pemilu AS, Kamala Harris: Hanya untuk 'Memoles' Citra
Kandidat wakil presiden dari Partai Demokrat AS Kamala Harris meragukan kredibilitas vaksin covid-19 yang disebut Donald Trump.
Penulis: Inza Maliana
Editor: Tiara Shelavie
"Dia sedang melihat pemilihan yang akan datang dalam waktu kurang dari 60 hari."
"Dan dia memahami apa pun yang dia bisa untuk berpura-pura dia bisa menjadi pemimpin dalam masalah ini padahal sebenarnya tidak," katanya.
Gedung Putih hingga kini belum memberikan komentar terkait hal ini.
Hal yang sama juga berlaku pada Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS serta Badan Pengawas Obat dan Makanan.
Padahal sebelumnya, Gedung Putih menanggapi pernyataan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tentang kekhawatiran atas vaksin virus corona pada Selasa (1/9/2020) lalu.
Baca: Amerika Serikat Ogah Gabung dengan WHO Soal Vaksin Covid-19: Kami Tak Mau Dibatasi
Hal itu buntut dari seorang pejabat kesehatan AS yang mengatakan, vaksin virus corona mungkin disetujui tanpa menyelesaikan uji coba secara penuh.
Namun The Washington Post melaporkan, pemerintahan Presiden Donald Trump tidak akan bergabung dengan upaya global untuk mengembangkan, memproduksi, dan mendistribusikan vaksin virus corona karena keterlibatan WHO.
Amerika Serikat akan memilih jalan sendiri untuk mengatasi Covid-19, termasuk urusan vaksin.
"Amerika Serikat akan terus melibatkan mitra internasional untuk memastikan AS dapat mengalahkan virus ini."
"Tetapi kami tidak akan dibatasi oleh organisasi multilateral yang dipengaruhi oleh Organisasi Kesehatan Dunia dan China yang korup," kata juru bicara Gedung Putih Judd Deere dalam sebuah pernyataan, dikutip dari CNA.
Baca: Ilmuwan Ungkap Kelemahan Vaksin Virus Corona Buatan Rusia dan China, Akui Hanya Manjur 40 Persen
"Presiden tidak akan mengeluarkan biaya untuk memastikan, setiap vaksin baru mempertahankan standar FDA untuk keamanan dan kemanjuran, diuji secara menyeluruh, dan menyelamatkan nyawa," imbuhnya.
Untuk mengendalikan Covid-19, pemerintah Trump juga mempercepat pengembangan obat-obatan, vaksin, dan langkah-langkah lain untuk memerangi pandemi.
"Di bawah kepemimpinan Presiden Trump, penelitian, pengembangan, dan uji coba vaksin mencapai kemajuan dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya."
"Untuk memberikan obat-obatan inovatif dan efektif yang didorong oleh data dan keamanan dan tidak terhambat oleh birokrasi pemerintah," ungkap Deere.
Baca: WHO: Nasionalisme Vaksin Menghambat Penghentian Penyebaran Covid-19