Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pascapembunuhan Ilmuwan Iran, Kapal Induk Nimitz Bergerak ke Teluk Persia

Kapal induk USS Nimitz bergerak menuju Teluk Persia, diklaim guna mendukung penarikan tentara AS dari Afghanistan dan Irak pertengahan Januari 2021.

Pascapembunuhan Ilmuwan Iran, Kapal Induk Nimitz Bergerak ke Teluk Persia
US NAVY
FILE - Kapal induk AS USS Nimitz dikabarkan berlayar ke Teluk Persia di tengah meningkatnya ketegangan menyusul pembunuhan seorang ilmuwan Iran, Jumat (27/11/2020). 

TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON – Armada kapal induk USS Carl Nimitz berlayar menuju kawasan Teluk, hampir bersamaan pembunuhan  ilmuwan fisika Iran, Mohsen Fakhrizadeh.

Kapal raksasa pengangkut  jet tempur dan helicopter itu dikawal sejumlah kapal perusak, kapal penjelajah, dan kapal fregat yang biasa mendampinginya ke manapun berlayar.

Informasi yang disiarkan stasiun televisi CNN, pergerakan kapal induk itu tidak ada kaitan dengan peristiwa di Teheran.  

Sumber Pentagon yang disitir wartawan CNN mengatakan, pergerakan armada kapal induk itu guna mendukung proses penarikan sebagian tentara AS dari Suriah, Irak, dan Afghanistan.

Koresponden CNN di Pentagon, Barbara Starr menginformasikan, armada itu akan segera memasuki perairan Teluk Persia.

Mereka akan memberikan dukungan tempur dan perlindungan udara saat pasukan AS menarik diri dari Irak dan Afghanistan pada pertengahan Januari 2021.

Di bawah perintah Presiden Donald Trump, AS memutuskan memindahkan persenjataan yang cukup besar dari wilayah itu, beberapa bulan sebelum dia akan meninggalkan jabatannya.

Baca juga: Ilmuwan Nuklir Terkemukanya Dibunuh di Dekat Teheran, Iran Tuduh Israel dan Akan Balas Dendam

Baca juga: Bunuh Ilmuwan Iran Mohsen Fakhrizadeh, Israel Persulit Masa Depan AS di Tangan Biden-Harris  

Baca juga: Pangeran Saudi Desak Joe Biden Tak Gabung Lagi dengan Kesepakatan Iran

Pembunuhan Mohsen Fakhrizadeh meningkatkan ketegangan di Timur Tengah, menyusul luapan kemarahan Iran yang menuduh Israel di balik pembunuhan itu pada Jumat (27/11/2020) waktu Teheran.

Seorang pejabat AS, bersama dua pejabat intelijen lain dikutip The New York Times dan Sputniknews.com, Sabtu (28/11/2020) mengatakan, Israel mendalangi operasi pembunuhan itu.

Laporan tersebut tidak merinci berapa banyak informasi yang mungkin dimiliki AS sebelumnya tentang operasi tersebut. Belum ada komentar resmi dari Gedung Putih atau CIA.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas