Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pascapembunuhan Ilmuwan Iran, Kapal Induk Nimitz Bergerak ke Teluk Persia

Kapal induk USS Nimitz bergerak menuju Teluk Persia, diklaim guna mendukung penarikan tentara AS dari Afghanistan dan Irak pertengahan Januari 2021.

Pascapembunuhan Ilmuwan Iran, Kapal Induk Nimitz Bergerak ke Teluk Persia
US NAVY
FILE - Kapal induk AS USS Nimitz dikabarkan berlayar ke Teluk Persia di tengah meningkatnya ketegangan menyusul pembunuhan seorang ilmuwan Iran, Jumat (27/11/2020). 

Pada 2014 menurut Reuters, seorang diplomat barat merujuk peran ilmuwan ini dalam program nuklir Teheran.

Narasumber itu mengatakan, jika Iran memutuskan melakukan militerisasi (operasi pengayaan), Fakhrizadeh akan dikenal sebagai bapak bom nuklir.

Dalam laporan yang sama, Reuters mengutip sumber tinggi Iran mengonfirmasi Mohsen Fakhrizadeh memiliki tiga paspor dan melakukan banyak perjalanan ke luar negeri, terutama ke negara-negara Asia.

Ilmuwan ini berkomitmen untuk perkembangan teknologi Iran dan menikmati dukungan dari Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei.

Menlu Iran, Mohammad Javad Zarif mengutuk pembunuhan ini oleh teroris. “Teroris membunuh seorang ilmuwan Iran terkemuka hari ini,” tulis Javad Zarif di akun Twitternya.

"Kepengecutan ini, dengan indikasi serius peran Israel, menunjukkan sikap putus asa dari para pelakunya,” lanjut Zarif. 

Diplomat berpendidikan Amerika, satu di antara tokoh Iran yang paling dikenal, menyerukan komunitas internasional , terutama Uni Eropa, harus mengakhiri standar ganda mereka .

Mantan pejabat tinggi kebijakan Timur Tengah Pentagon, Michael P Mulroy, mengatakan pembunuhan Mohsen Fakhrizadeh kemunduran bagi program nuklir Iran.

“Dia adalah ilmuwan nuklir paling senior mereka dan diyakini bertanggung jawab atas program nuklir rahasia Iran,” kata Mulroy dikutip NYTimes.

“Dia juga seorang perwira senior di Korps Pengawal Revolusi Islam, dan itu akan memperbesar keinginan Iran untuk membalas (pembunuhan) secara paksa,” imbuh Mulroy.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas