Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Tolak Ikuti Perintah Junta Militer, 3 Tentara Myanmar Pilih Mengungsi ke India

Tiga tentara Myanmar dilaporkan menyeberang ke India untuk mengungsi, daripada menuruti perintah junta militer.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Tolak Ikuti Perintah Junta Militer, 3 Tentara Myanmar Pilih Mengungsi ke India
STR / AFP
Para pengunjuk rasa membuat barikade di seberang jalan dengan longyi, pakaian tradisional yang banyak dikenakan di Myanmar, selama demonstrasi menentang kudeta militer di Yangon pada 3 Maret 2021. 

TRIBUNNEWS.COM, YANGOON - Tiga tentara Myanmar dilaporkan menyeberang ke India untuk mengungsi, daripada menuruti perintah junta militer.

Ketiganya disebut melintas Vanlaiphai Utara menunju Negara Bagian Mizora pada Rabu sore waktu setempat (3/3/2021).

Pejabat di Kepolisian Distrik Serchhip menyatakan, pemerintah lokal memeriksa kesehatan dan mengatur pertemuan dengan mereka.

Pengawas Stephen Lalrinawma kepada Reuters menerangkan, ketiga tentara itu meninggalkan Myanmar karena junta militer berkuasa.

"Mereka mengatakan mendapat instruksi yang tak bisa dipatuhi. Jadi, mereka memutuskan mengungsi," ujar Lalrinawma.

Dilansir Channel News Asia Kamis (4/3/2021), India berbagi perbatasan sepanjang 1.654 kilometer dengan Myanmar.

Negara yang terkenal karena film Bollywood itu sudah menjadi rumah bagi sejumlah pengungsi yang datang dari tetangga.

Rekomendasi Untuk Anda

Termasuk di antaranya adalah etnis Chin dan Rohingya yang mengungsi pada 2017, buntut operasi yang dilakukan Tatmadaw, kantor militer Myanmar.

Pada 1 Februari, Tatmadaw melakukan kudeta dengan mengambil alih pemerintahan dan menangkap sejumlah tokoh politik.

Di antaranya adalah pemimpin de facto Aung San Suu Kyi, yang dijerat dengan tiga dakwaan, salah satunya adalah kepemilikan walkie talkie.

Junta mengatakan, mereka menerapkan keadaan darurat selama setahun, dan menjanjikan akan menggelar pemilu ulang.

Mereka menuding Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) yang dipimpin Aung San Suu Kyi melakukan kecurangan dalam pemilu November 2020.

Saat itu, NLD dilaporkan mendapat lebih dari 80 persen kemenangan dalam pemilu, dan membuat oposisi yang disokong militer meradang.

Junta Militer tantang Dunia Internasional

Militer Myanmar menyatakan tidak takut terhadap ancaman sanksi internasional terkait kudeta yang mereka lakukan pada 1 Februari lalu.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas