Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Hal yang Boleh dan Tidak Boleh Dilakukan setelah Divaksinasi Covid-19 Menurut Profesor CDC

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) merilis panduan apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan orang setelah di vaksin covid-19.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Ika Nur Cahyani
zoom-in Hal yang Boleh dan Tidak Boleh Dilakukan setelah Divaksinasi Covid-19 Menurut Profesor CDC
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Seorang tenaga medis di Jepang sedang divaksinasi Covid-19. - Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) merilis panduan apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan orang setelah di vaksin covid-19. 

Studi terbaru menemukan bahwa vaksin mengurangi infeksi tanpa gejala lebih dari 80% jika dibandingkan dengan individu yang tidak divaksinasi dan viral load di hidung rendah dan berpotensi tidak menular, kata Dr. Monica Gandhi, dokter penyakit menular dan profesor kedokteran di University of California.

Tetapi para ahli lain mengatakan bahwa bukti tersebut masih awal dan diperlukan bukti yang lebih konklusif, terlebih menyoal kemanjuran vaksin terhadap varian baru Covid-19.

5. Kegiatan apa yang harus diprioritaskan setelah divaksinasi?

Dr. Wen mengatakan agar orang yang telah divaksin penuh sering melakukan cek kesehatan yang sempat tertunda.

Lakukan kolonoskopi, mammogram, atau pembersihan gigi.

"Hal seperti itu sebaiknya Anda lanjutkan karena Anda akan terlindungi dengan baik," kata Dr. Wen.

6. Apakah sudah bebas bepergian?

Rekomendasi Untuk Anda

Panduan CDC tidak memperbarui rekomendasi perjalanan.

Setelah divaksinasi, risiko terinfeksi saat bepergian lebih rendah, kata Dr. Wen.

Tinggal di hotel atau pergi ke restoran akan aman, selama mengikuti protokol kesehatan.

Tetapi tetap berhati-hati jika bertemu dengan orang asing, terutama jika mereka belum divaksinasi atau tinggal di daerah dengan tingkat penularan tinggi.

7. Apakah lansia yang sudah divaksin aman bepergian?

ilustrasi lansia
ilustrasi lansia (ist)

"Risiko perjalanan itu sendiri sangat rendah," kata Dr. Wen.

"Jika mereka mengikuti tindakan pencegahan seperti memakai masker, risiko tertular virus corona dan menularkannya ke anggota keluarga lainnya sangat rendah dan manfaatnya sangat besar. Orang-orang sangat ingin melihat keluarga mereka," jelasnya.

Namun, kata Dr. Poland, tetap pertimbangkan tujuan serta situasinya apalagi jika ada anak muda yang belum divaksin serta kondisi orang tua yang sudah lemah.

Halaman 3/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas