Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Krisis Myanmar

Junta Myanmar Klaim Demonstran yang Dibunuh Pasukannya 248 Orang, Beda dengan Catatan AAPP 614 Orang

Junta Myanmar mengkalim demonstran yang dibunuh pasukannya ada 248 orang, angka kematian itu berbeda dengan laporan AAPP yang mencatat 614 kematian.

Junta Myanmar Klaim Demonstran yang Dibunuh Pasukannya 248 Orang, Beda dengan Catatan AAPP 614 Orang
Handout / FACEBOOK / AFP
Foto ini diambil dan diterima atas izin sumber anonim melalui Facebook pada 9 April 2021, menunjukkan pengunjuk rasa mengambil bagian dalam demonstrasi menentang kudeta militer di kota Mogok, utara Mandalay. 

TRIBUNNEWS.COM - Juru bicara pemerintah militer atau Junta Myanmar, Brigadir Jenderal Zaw Min Tun menggelar konferensi pers di ibu kota, Naypyidaw, Jumat (9/4/2021).

Dalam konferensi pers tersebut, Zaw Min Tun mengatakan militer telah mencatat 248 kematian warga sipil dan 16 kematian polisi, akibat aksi protes yang telah berlangsung sejak penggulingan Aung San Suu Kyi, 1 Februari 2021.

Dikutip dari Channel News Asia, angka kematian itu berbeda dengan catatan kelompok aktivis Asosiasi Bantuan untuk Narapidana Politik (AAPP).

AAPP mencatat, pasukan keamanan telah membunuh 614 orang termasuk 48 anak-anak per Kamis (8/4/2021) malam.

Selain itu, kata AAPP, lebih dari 2.800 orang telah ditahan oleh pasukan keamanan dan tidak diketahui keberadaanya.

"614 orang termasuk 48 anak-anak telah dibunuh oleh pasukan keamanan sejak kudeta. Lebih dari 2.800 orang ditahan," kata AAPP dalam sebuah pernyataan.

Lebih lanjut, Zaw Min Tun mengatakan bahwa aksi protes terhadap pemerintahannya kini berkurang sejak masyarakat menginginkan perdamaian.

Baca juga: Legislator Golkar Harap Efektivitas KTT ASEAN untuk Solusi Krisis Politik Myanmar

Pihak Junta kemudian meminta masyarakat bekerjasama dengan pasukan keamanan untuk membantu mereka.

"Alasan mengurangi protes adalah karena kerja sama masyarakat yang menginginkan perdamaian, yang kami hargai," kata Zaw Min Tun.

"Kami meminta masyarakat untuk bekerja sama dengan pasukan keamanan dan membantu mereka," sambungnya.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Rica Agustina
Editor: Tiara Shelavie
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas