Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Siapa Kelompok Pemberontak FACT Chad dan Apa Tujuan Mereka? Ini Penjelasannya

Jadi siapa FACT, kelompok di balik pemberontakan terbaru, dan apa yang mereka inginkan? Simak penjelasannya dalam artikel berikut ini.

Siapa Kelompok Pemberontak FACT Chad dan Apa Tujuan Mereka? Ini Penjelasannya
ANADOLU AGENCY MELALUI AFP
Anggota Angkatan Darat Chad terlihat selama operasi melawan pemberontak di Ziguey, Wilayah Kanem, Chad pada 19 April 2021. Tentara Chad mengumumkan Minggu malam bahwa mereka telah menewaskan lebih dari 300 pemberontak di bagian utara Negara Afrika Tengah. Pemberontak berasal dari The Front for Change and Concord in Chad (FACT), kata militer dalam siaran pers. 

TRIBUNNEWS.COM - Front for Change and Concord (FACT) di Chad adalah kelompok pemberontak yang menyerang dari Libya ke Chad utara pada 11 April 2021 kemarin.

FACT Chad menyerang sebuah pos perbatasan sebelum maju ke daerah selatan.

Mereka melakukan perjalanan menggunakan truk pick-up dan bersenjata lengkap.

Setelah pertempuran sengit, Angkatan Bersenjata Chad tampaknya mampu memperlambat laju FACT sekitar 300 kilometer dari Ibu Kota Ndjamena selama akhir pekan kemarin.

Namun, Selasa (20/4/2021) ada pengumuman mengejutkan datang sehari setelah hasil sementara Presiden Chad Idriss Deby (68) dinyatakan terpilih kembali dengan hampi 80 persen suara.

Pihak militer menerangkan, Presiden Chad, Idris Deby Itno tewas saat berperang melawan pemberontak pada Selasa (20/4/2021).

Baca juga: POPULER Internasional: Bocah 3 Tahun di Malaysia Positif Narkoba | Presiden Chad Tewas Ditembak

Baca juga: Presiden Chad Tewas Ditembak Saat Kunjungi Pasukan di Garis Depan yang Bertempur melawan Pemberontak

Presiden Chad Idris Deby Itno meninjau pasukan di garis depan. Tentara Chad dikenal pemberani dan banyak bertempur di berbagai front bersama pasukan Prancis, bekas penjajah negara itu.
Presiden Chad Idris Deby Itno meninjau pasukan di garis depan. Tentara Chad dikenal pemberani dan banyak bertempur di berbagai front bersama pasukan Prancis, bekas penjajah negara itu. (Africa Feeds)

Putra Deby yang berusia 37 tahun, jenderal bintang empat Mahamat Idriss Deby lantas dengan cepat diangkat sebagai pemimpin transisi dewan militer.

Penunjukkannya dilaksanakan meskipun protokol konstitusional mengatakan, Ketua Parlemen seharusnya mengambil alih kekuasaan.

Militer juga menangguhkan konstitusi dan membubarkan pemerintah dan parlemen, tetapi berjanji untuk mengadakan pemilihan yang bebas dan demokratis setelah 18 bulan.

"Chad bukanlah monarki," kata FACT dalam pernyataan yang diposting online setelah pengumuman kematian Deby.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Sri Juliati
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas