Tribun

Pengunjung dan Staf Supermarket Lumpuhkan Pelaku Penikaman di Selandia Baru

Lima orang tewas sewaktu seorang pria mengamuk dan menikami pengunjung dan staf sebuah supermarket di Selandia Baru. Warga berhasil lumpuhkan pelaku

Editor: hasanah samhudi
Pengunjung dan Staf Supermarket Lumpuhkan Pelaku Penikaman di Selandia Baru
Daily Mail/PA
Pengangkatan jenazah seorang perempuan yang menjadi korban tewas aksi penikaman massal di London, Inggris, Rabu (3/8/2016). (Daily Mail/PA) 

Pihak Kepolisian mengapresiasi staf dan para pengunjung supermarket yang dengan berani menghentikan amukan pria tersebut.

Inspektur Polisi Selandia Baru Paul Basham mengatakan dia telah menonton tayangan televisi sirkuit tertutup (CCTV) insiden tersebut. Ia menyebut apa yang dilakukan warga sipil di sana adalah upaya yang heroic.

“Apa yang dapat saya katakan adalah bahwa mereka yang berupaya menghentikan, beberapa di antaranya terluka, saya pikir telah bertindak tanpa pamrih dan dengan keberanian besar untuk mencegah orang ini menyakiti orang lain,” kata Basham.

Dua dari mereka yang terluka adalah anggota staf supermarket.

Polisi mengatakan tersangka juga terluka dan sedang dirawat karena lukanya dengan penjagaan polisi. Polisi diperkirakan akan menuntutnya pada Senin malam.

Baca juga: Penembakan di Supermarket New York, Polisi Tahan Pria yang Diyakini Menembak 3 Orang

Media local mengutip pengunjung dan staf  supermarket bahwa situasi saat itu sangat kacau karena beberapa orang mulai berteriak dan berlari menuju pintu keluar sementara yang lain bergegas untuk membantu.

Perdana Menteri Jacinda Ardern mengatakan belum diketahui motif penikaman membabi buta itu.

Tetapi polisi tidak memiliki bukti yang menunjukkan bahwa itu adalah terorisme domestik.

"Pada tahap ini, belum bisa dilihat dari sudut pandang polisi bahwa ini adalah apa yang mereka definisikan sebagai peristiwa teror domestik," katanya kepada wartawan.

“Serangan semacam itu sangat memprihatinkan, dan saya benar-benar ingin mengatakan bahwa  tindakan masyarakat di supermarket itu adalah hal yang berani dengan melindungi orang-orang di sekitar,” kata Ardern.

"Perhatian kita tertuju pada semua yang terpengaruh oleh serangan ini,” katanya.

Ardern mengatakan lima orang telah dibawa ke Rumah Sakit Dunedin dengan luka tusuk atau cedera terkait.

Dunedin adalah rumah bagi sekitar 130.000 orang, termasuk sejumlah besar mahasiswa yang kuliah di Universitas Otago. (Tribunnews.com/ChannelNewsAsia/Hasanah Samhudi)

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas