Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Krisis Myanmar

Aung San Suu Kyi Hadiri Persidangan, Sebut Sejumlah Kesaksian Itu Salah

Aung San Suu Kyi menghadiri sidang Senin (21/6) dan menyatakan sejumlah kesaksian atas dakwaan pihak junta militer Myanmar terhadapnya itu tidak benar

Aung San Suu Kyi Hadiri Persidangan, Sebut Sejumlah Kesaksian Itu Salah
STR / AFP
Dalam foto file yang diambil pada 17 Juli 2019 ini, Penasihat Negara Myanmar Aung San Suu Kyi berbicara selama upacara pembukaan Pusat Inovasi Yangon di Yangon. Pemimpin sipil Myanmar yang digulingkan Aung San Suu Kyi terkena dua dakwaan pidana baru ketika dia muncul di pengadilan melalui tautan video pada 1 Maret 2021, sebulan setelah kudeta militer yang memicu protes besar-besaran tanpa henti 

TRIBUNNEWS.COM, YANGON – Pemimpin Myanmar yang digulingkan kembali hadir di persidangan di pengadilan khusus di ibu kota Naypyidaw, Myanmar, Senin (21/6).

Persidangan kemarin mendengarkan kesaksian terkait tuduhan bahwa Aung San Suu Kyi melanggar pembatasan virus corona selama pemilihan tahun lalu yang dimenangkan oleh partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD), dan walkie-talki yang diimpor secara ilegal.

Wartawan dilarang mengikuti persidanga, dan laporan AFP menyebutkan bahwa banyak polisi berjaga di luar persidangan.

Tim pengacara mengatakan bahwa Suu Kyi memberi tahu mereka Senin (21/6) kemarin bahwa sejumlah kesaksian atas tuduhan criminal terhadap dirinya adalah tidak benar.

Persidangan Senin kemarin memasuki minggu kedua. Pengacara Aung San Suu Kyi mengatakan mereka mengharapkan persidangan selesai pada 26 Juli.

Baca juga: Aung San Suu Kyi Berterima Kasih atas Gerakan Bunga Pendukungnya, Beri Cokelat ke Pengacara

Baca juga: Aung San Suu Kyi  Muncul Pertama Kalinya di Sidang Sejak Ditangkap Junta Militer

Suu Kyi didakwa mengimpor walkie-talkie secara ilegal untuk digunakan pengawalnya, penggunaan radio tanpa izin, menyebarkan informasi yang dapat menyebabkan alarm atau kerusuhan publik, dan melanggar pembatasan pandemi Covied-19 selama kampanye pemilihan 2020.

Sejumlah kecaman ditujukan kepada junta militer yang dianggap menggunakan kasus ini untuk  mendiskreditkan Suu Kyi dan melegitimasi perebutan kekuasaan.

Tuduhan dalam persidangan dianggap relative ringan. Namun jika terbukti bersalah,  dapat mencegah Suu Kyi mengikuti pemilihan baru yang dijanjikan oleh militer dalam waktu dua tahun setelah kudeta.

Bahkan jika Aung San Suu Kyi dibebaskan, ada dua tuduhan yang lebih serius terhadapnya yang belum diadili.

Pertama, melanggar undang-undang rahasia negara, peninggalan dari hukum kolonial Inggris yang dapat dihukum hingga 14 tahun penjara.

Baca juga: Junta Militer Myanmar Diam-diam Pindahkan Aung San Suu Kyi Ke Lokasi Tidak Diketahui

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas