Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Penanganan Covid

Kasus Pertama di Jepang, Lansia 90 Tahun Meninggal Sehari Setelah Disuntik Vaksin Moderna

Pemerintah melaporkan bahwa ia mengalami pendarahan subarachnoid pada hari berikutnya 9 Juni 2021.

Kasus Pertama di Jepang, Lansia 90 Tahun Meninggal Sehari Setelah Disuntik Vaksin Moderna
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Vaksin Moderna saat dilakukan pengepakan. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan mengumumkan seorang pria berusia 90-an meninggal dunia setelah disuntik dengan vaksin virus corona baru dari Moderna.

Penyebab kematian akibat perdarahan subarachnoid, dan hubungan sebab akibat dengan vaksinasi sedang dievaluasi.

Pada tanggal 13 Juni, sekitar 440.000 vaksinasi telah diberikan di Jepang, dan sejauh ini, tidak ada gejala yang berhubungan dengan anafilaksis yang dilaporkan dalam indeks evaluasi internasional.

Hal ini dilaporkan oleh Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan pada pertemuan kelompok ahli yang diadakan Rabu, 23 Juni 2021.

Orang yang meninggal adalah seorang pria berusia 94 tahun yang divaksinasi dengan Moderna pada tanggal 8 Juni 2021.

Pemerintah melaporkan bahwa ia mengalami pendarahan subarachnoid pada hari berikutnya 9 Juni 2021.

Ini adalah pertama kalinya kematian dikonfirmasi untuk vaksinasi dengan Moderna, dan hubungan sebab akibat dengan vaksinasi sedang dievaluasi.

Baca juga: Kasus Covid-19 Melonjak, IKAPPI Minta Vaksinasi di Pasar Tradisional Dipercepat

Di sisi lain, vaksin Pfizer diberikan sekitar 23,25 juta kali, dan 277 orang meninggal karena gagal jantung atau stroke hemoragik.

Mengenai hubungan kausal dengan vaksinasi, baik "tidak dievaluasi" atau "dalam evaluasi".

Selain itu, di antara gejala pasca-inokulasi yang dilaporkan, 238 kasus berhubungan dengan anafilaksis dalam indeks evaluasi internasional, yaitu sekitar 1 dalam 97.700 kali.

Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Jepang telah memutuskan untuk melanjutkan vaksinasi, dengan mengatakan bahwa tidak ada masalah serius yang mempengaruhi sistem vaksinasi saat ini.

Sementara itu beasiswa (ke Jepang) dan upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif melalui aplikasi zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang. Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas