Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
TribunNews | PON XX Papua
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Penanganan Covid

Inggris: Setengah Penduduk Myanmar Dapat Terinfeksi Covid-19 Dalam Dua Minggu Ke Depan

Duta Besar Inggris untuk PBB mengingatkan bahwa setengah penduduk Myanmar bisa terinfeksi Covid-19 dalam dua minggu ke depan

Inggris: Setengah Penduduk Myanmar Dapat Terinfeksi Covid-19 Dalam Dua Minggu Ke Depan
AFP
DOKUMENTASI: Foto yang diambil pada 10 Juli 2021 menunjukkan sukarelawan mengenakan APD membawa jenazah korban Covid-19 ke pemakaman di Hlegu, Yangon. 

TRIBUNNEWS.COM, NEW YORK - Inggris memperingatkan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bahwa setengah dari 54 juta penduduk Myanmar dapat terinfeksi  Covid-19 dalam dua minggu ke depan.

“Kudeta telah mengakibatkan sistem kesehatan hamper lumpuh, dan petugas kesehatan diserang serta ditangkap,” kata Duta Besar Inggris untuk PBB Barbara Woodward, dalam diskusi informal Dewan Keamanan tentang Myanmar, Kamis ( 29/7).

“Virus ini menyebar melalui populasi, memang sangat cepat. Dengan beberapa perkiraan, dalam dua minggu ke depan, setengah dari populasi Myanmar dapat terinfeksi Covid, ”katanya.

Situasi dalam negeri Myanmar dalam kekacauan sejak militer menggulingkan pemerintah terpilih yang dipimpin oleh Aung San Suu Kyi pada 1 Februari.

Tindakan ini memicu protes dan pertempuran yang meluas antara tentara dan milisi sipil yang baru dibentuk.

Baca juga: Sejumlah Rumah di Yangon Myanmar Kibarkan Bendera Kuning untuk Meminta Pertolongan akibat Covid-19

Baca juga: COVID dan Kudeta: Myanmar Dalam Cengkeraman Krisis Ganda

Amerika Serikat, Inggris dan negara lainnya telah menjatuhkan sanksi pada para pemimpin militer  lantaran melakukan kudeta dan penindasan protes pro-demokrasi di mana ratusan orang telah tewas. Bisnis militer yang luas juga menjadi sasaran.

Inggris mendesak Dewan untuk memastikan resolusi 2565 dihormati di Myanmar.

Resolusi itu menuntut gencatan senjata di zona konflik untuk memungkinkan pengiriman vaksin virus corona yang aman.

“Sangatlah penting kita mempertimbangkan untuk menerapkannya,” kata Woodward.

Media pemerintah Myanmar Rabu (28/7) lalu melaporkan bahwa militer sedang mencari bantuan internasional untuk mengatasi virus corona.

Baca juga: Kasus Melonjak, Myanmar Tingkatkan Target Vaksinasi

Baca juga: Relawan Jemput Mayat dari Rumah ke Rumah, Myanmar Diprediksi Jadi Negara Penyebar Tercepat Covid-19

Halaman
123
Editor: hasanah samhudi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas