Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun

8 Perusahaan Jepang yang Akrab dengan Yakuza Akhirnya Bangkrut, Karyawannya Kesulitan Cari Kerja

Polisi Prefektur Fukuoka fokus memberantas perusahaan terkait yakuza untuk memutus sumber pendanaan para gangster.

Editor: Dewi Agustina
zoom-in 8 Perusahaan Jepang yang Akrab dengan Yakuza Akhirnya Bangkrut, Karyawannya Kesulitan Cari Kerja
Foto Nishi Nippon
Pengumuman sebuah perusahaan Jepang yang diputuskan bangkrut oleh pengadilan. Akibat akrab dengan Yakuza. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Polisi telah mempertanyakan 8 perusahaan dan bos-bosnya yang menghadiri pesta makan malam dengan orang-orang yang terlibat dalam geng Yakuza (mafia Jepang).

Pada bulan April, sebuah konferensi online diadakan dengan tergesa-gesa oleh perusahaan konstruksi peralatan lokal besar (Kota Oita) yang menghubungkan cabang-cabang di Kota Fukuoka dan area lainnya.

Pegawai laki-laki itu meragukan penjelasan perusahaan.

Polisi Prefektur Fukuoka mengumumkan bahwa perwakilan dari delapan perusahaan, telah berlangsung akrab dengan eksekutif gangster yang diketahui kepolisian Jepang.

Sebagai tanggapan, presiden perusahaan menjelaskan dalam selebaran kepada karyawan, "Saya tidak tahu bahwa pihak lain terkait dengan gangster, tetapi saya mengatakan bahwa saya mengetahuinya setelah diinterogasi polisi."

Transaksi dagang akhirnya dihentikan oleh beberapa vendor, dan kekacauan menyebar ke karyawan.

Berita Rekomendasi

Para karyawan dipersatukan kembali pada hari Minggu pagi, sekitar dua minggu setelah konferensi online tersebut dan menyusul kebangkrutan perusahaan.

Karyawan mempertanyakan keputusan Presiden perusahaannya namun hanya dijawab, "Saya tidak bisa menjawab secara rinci."

Tidak sedikit karyawan yang tiba-tiba kehilangan pekerjaan.

"Setelah bekerja selama bertahun-tahun, saya bahkan tidak merasakan bayangan seorang gangster dengan masalahnya tiba-tiba menimpa saya yang tak tahu apa-apa. Ketika saya menghubungi polisi prefektur, polisi tidak memberi tahu saya apa pun," ungkap sang karyawan yang ketiban sial itu.

Akhirnya dia mulai mencari pekerjaan baru.

Penanggung jawab personalia mengoperasikan komputer pribadi sambil melihat resume.

Yang tergambar di layar adalah sebuah artikel yang menyampaikan kedekatan hubungan antara presiden dan eksekutif tempatnya bekerja dulu.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
© 2025 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas