Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun

Pendiri Tentara Merah Jepang Shigenobu Dibebaskan dari Penjara, Disambut Gerakan Pemuda Palestina

Fusako Shigenobu, salah satu pendiri Tentara Merah Jepang dibebaskan dari penjara pada Sabtu (28/5/2022).

Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Inza Maliana
zoom-in Pendiri Tentara Merah Jepang Shigenobu Dibebaskan dari Penjara, Disambut Gerakan Pemuda Palestina
AFP
Pendiri Tentara Merah Jepang Fusako Shigenobu (tengah) bertemu media setelah dia dibebaskan dari penjara, diapit oleh putrinya May Shigenobu (kiri) dan pengacaranya (kanan) di Akishima, di Tokyo pada 28 Mei 2022. 

Kelompok ini berubah menjadi salah satu kelompok bersenjata yang paling ditakuti di dunia karena aksi mematikan dan spektakulernya, mulai dari pembajakan pesawat hingga penyanderaan, kebanyakan pada 1970-an.

Shigenobu diyakini telah mendalangi serangan senapan mesin dan granat tahun 1972 di Bandara Lod Tel Aviv, yang menewaskan 26 orang dan melukai 80 lainnya.

Anggota Kozo Okamoto, yang terluka dan ditangkap dalam serangan bandara Israel, dibebaskan pada tahun 1985 dalam pertukaran tahanan antara pasukan Israel dan Palestina.

Dia dilaporkan berada di Lebanon.

Okamoto dan beberapa anggota kelompok lainnya masih dicari oleh pihak berwenang Jepang.

Baca juga: Cegah Krisis Protein Hewani, Malaysia Larang Peternak Ekspor Daging Ayam, Berlaku 1 Juni

Bertanggung jawab atas pengambilaliihan konsulat AS di Malaysia

Tentara Merah Jepang juga mengambil tanggung jawab atas pengambilalihan konsulat AS di Kuala Lumpur, Malaysia pada tahun 1975.

Berita Rekomendasi

Setelah mengebom fasilitas militer AS di Naples, Italia, pada tahun 1988, kelompok itu tidak lagi melakukan serangan besar dan menghilang dari pandangan di Jepang.

Pendiri Tentara Merah Jepang Fusako Shigenobu (kiri) berfoto saat dibebaskan dari penjara, diapit putrinya May Shigenobu (kanan) di Tokyo pada 28 Mei 2022.
Pendiri Tentara Merah Jepang Fusako Shigenobu (kiri) berfoto saat dibebaskan dari penjara, diapit putrinya May Shigenobu (kanan) di Tokyo pada 28 Mei 2022. (AFP)

Operasi terkoordinasi

Shigenobu, mantan pekerja perusahaan kecap yang menjadi pejuang, ditangkap di Jepang pada tahun 2000 dan dijatuhi hukuman 20 tahun penjara enam tahun kemudian karena ikut serta dalam pengepungan kedutaan Prancis di Belanda.

Dia telah hidup sebagai buronan di Timur Tengah selama 30 tahun sebelum muncul kembali di Jepang.

Putri Shigenobu May – lahir pada tahun 1973 dari ayah dari Front Populer untuk Pembebasan Palestina (PFLP) – membagikan pembebasan ibunya di media sosial.

Shigenobu mempertahankan ketidakbersalahannya atas pengepungan, di mana tiga penyerang Tentara Merah menyerbu kedutaan Prancis, menyandera duta besar dan 10 staf lainnya selama 100 jam.

Dua petugas polisi ditembak dan terluka parah.

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
© 2024 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas