Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Reaksi Putin setelah Moskow Dihantam Drone Pertama Kalinya Semenjak Invasi: Jelas Aktivitas Teroris

Area pemukiman di Moskow terkena serangan drone untuk pertama kalinya semenjak invasi, Presiden Vladimir Putin menyebut tindakan itu aksi teroris.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Arif Fajar Nasucha
zoom-in Reaksi Putin setelah Moskow Dihantam Drone Pertama Kalinya Semenjak Invasi: Jelas Aktivitas Teroris
President of Russia
Presiden Rusia Vladimir Putin saat menghadiri rapat bersama Dewan Negara dan Dewan Sains dan Pendidikan Federasi Rusia. Foto ini dipublikasikan pada 24 Desember 2021. 

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Rusia Vladimir Putin bereaksi setelah Moskow dihantam serangan drone untuk pertama kalinya sejak perang di Ukraina dimulai.

Ukraina membantah terlibat dalam serangan drone tersebut.

Namun Putin menuduh Ukraina memilih jalan untuk mencoba mengintimidasi Rusia, warga Rusia dan menyerang bangunan pemukiman.

"Ini jelas merupakan tanda aktivitas teroris," kata Putin, seperti dilansir Independent.

Drone menghantam beberapa bangunan di Moskow pada Selasa (30/5/2023).

Akibatnya orang-orang harus mengungsi dari rumah mereka.

Baca juga: Ledakan Drone di Moskow Lukai 2 Warga Rusia, Kremlin Tuduh Ukraina Terlibat Serangan

Dua orang dibawa ke rumah sakit setelah serangan itu, tetapi tidak ada yang terluka parah, kata walikota Sergei Sobyanin.

Rekomendasi Untuk Anda

Di saat yang sama, Rusia melancarkan serangannya terhadap Kyiv.

Satu orang tewas dan 11 lainnya luka-luka dalam serangan di Kyiv.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan pada hari Selasa bahwa pasukannya melakukan serangan terhadap "pusat pengambilan keputusan" di Ukraina.

Sementara itu, berikut perkembangan lainnya seputar perang Rusia-Ukraina, masih dikutip dari Independent.

Rusia memasukkan jenderal-jenderal top Ukraina dalam "daftar buronan"

Kementerian dalam negeri Rusia memasukkan dua jenderal top Ukraina ke dalam "daftar orang yang dicari", kata kantor berita RIA yang dikelola pemerintah pada hari Selasa.

Dalam daftar tersebut adalah Panglima Tertinggi Valeriy Zaluzhnyi dan Kolonel Jenderal Oleksandr Syrskyi, komandan pasukan darat Ukraina.

Wakil menteri pertahanan Ukraina Hanna Maliar menyebut daftar itu sebagai upaya untuk mendemoralisasi pasukan pro-Kyiv.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas