Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun

Kesaksian Korban Selamat Serangan Israel saat Antre Makanan: Tank dan Drone Langsung Menembaki Kami

Korban selamat serangan Israel saat mengantre makanan dari truk bantuan di Kota Gaza, mengatakan tank dan drone Israel juga terlibat dalam penembakan.

Penulis: Pravitri Retno Widyastuti
Editor: Yurika NendriNovianingsih
zoom-in Kesaksian Korban Selamat Serangan Israel saat Antre Makanan: Tank dan Drone Langsung Menembaki Kami
AFP/ALINE MANOUKIAN
Gambar yang diambil dari video selebaran yang dirilis oleh tentara Israel pada tanggal 29 Februari 2024, menunjukkan apa yang dikatakan tentara sebagai warga Gaza di sekitar truk bantuan di Kota Gaza. - Pasukan Israel menembak mati 104 orang ketika massa bergegas menuju truk bantuan pada 29 Februari, kata kementerian kesehatan di Gaza yang dikuasai Hamas. Sumber-sumber Israel membenarkan bahwa tentara melepaskan tembakan ke arah warga Palestina yang bergegas menuju truk bantuan di Gaza, dan salah satu sumber mengatakan tentara mengira mereka merupakan ancaman bagi tentara. (Photo by Aline MANOUKIAN / Israeli Army / AFP) 

"Mereka (militer Israel) menggunakan tank, tentara, pesawat. Semuanya menembak ke arah kami," lanjut dia.

Sementara itu, Sami Mohammed berada di jalan Al-Rashid bersama putranya, menunggu truk bantuan tiba.

"Anak saya berlari ke pantai dan mereka (tentara Israel) menembaknya dua kali."

"Satu mengenai kepalanya dan satu lagi mengenai dadanya," ucapnya.

Anak laki-laki Samo Mohammed saat ini terbaring di ranjang rumah sakit dengan perban di dada dan lengannya, serta luka di wajahnya.

Korban selamat bernama Abdallah Juha bercerita, tembakan terjadi saat ia mencoba mengantre sekarung tepung untuk orang tuanya.

"Kami sangat lapar. Kami tidak punya makanan atau apapun."

Baca juga: Pernyataan Lengkap Hamas soal Tewasnya Tentara AS karena Dukung Palestina: Namanya akan Abadi

BERITA REKOMENDASI

"Mereka (tentara Israel) menembaki kami, mereka menghancurkan kami," kata Juga, seraya menambahkan bahwa tembakan juga berasal dari tank.

Juga yang wajahnya diperban karena kepalanya terkena peluru, menangis memikirkan nasib keluarganya.

"Anakku menangis karena ingin makan. Di mana saya harus memberinya makanan?" pungkas dia.

Diketahui, Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan setidaknya 30.228 warga Palestina tewas akibat serangan Israel sejak 7 Oktober 2023.

Sementara itu, Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB, OCHA, mengatakan kondisi 2,2 juta orang di Gaza saat ini sangat memprihatinkan.


Nyawa mereka tidak hanya terancam karena serangan Israel, melainkan juga kelaparan.

"Jika sesuatu tidak berubah, kelaparan hampir tidak bisa dihindari mengingat situasi yang ada saat ini," ujar Juru Bicara OCHA, Jens Laerke, dilansir Al Arabiya.

(Tribunnews.com/Pravitri Retno W)

Sumber: TribunSolo.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
© 2024 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas